Tuntut Penuntasan Korupsi Bansos, GERTAK Bawa Banci Untuk Jokowi

JAKARTA – Sekitar seratus lebih massa  yang mengatas namakan Gerakan Cinta Tanah Air Anti  Korupsi (GERTAK) dan Koalisi Pemuda Keadilan, menggelar aksi demonstrasi di depan Istana Negara Jakarta, Senin (11/01/2016). Mereka menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Jaksa Agung, HM Prasetyo (HMP) sebagai Jaksa Agung karena diduga terkait kasus Bantuan Sosial (Bansos) di Sumatera Utara (Sumut).

Menariknya, diantara massa terlihat dua orang yang berdandan ala banci dengan bertopeng wajah Ketua Umum Partai NasDem  Surya Paloh (SP) dan HMP. Baik HMP dan SP dituding massa terkait kasus yang sama.

“Mereka, dua banci, akan di serahkan ke Jokowi, karena  Jokowi takut kepada SP dan gengnya yang sedang di incar KPK terkait korupsi dana bansos Sumut,”  ujar Ahmad Kebakoran, koordinator GERTAK dalam orasinya didepan istana negara Jakarta.

Dikatakan Ahmad, Pidato Presiden Republik Indonesia Pada Rakernas PDIP Minggu pagi kemarin menegaskan  bahwa ia memiliki keberanian dalam memimpin negara ini, terutama dalam hal memberantas para koruptor. Tapi, kata Ahmad,  hal itu tidak terbukti. Jokowi dinilai belum berani membenahi aparatur negara yang memperjual belikan hukum, terutama orang-orang di sekelilingnya.

“Jokowi harus membuktikan dirinya berani dan bukan banci dengan berani menindak SP  yang tidak bermoral, jauh dari omongan restorasinya serta berani menindak HMP jika benar mau mewujudkan Nawa Citanya,” tegasnya.

“Kami meminta Jokowi mencopot HM.PRASETYO dari Jabatannya sebagai Jaksa agung RI serta meminta Presiden untuk perintahkan  KPK mengambil alih kasus dana bansos ini untuk menghindari konflik kepentingan. Jokowi harus buktikan dirinya bukan banci,” pungkas Ahmad. (kt3)

Redaktur: Rudi F

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.