Kisruh Transportasi Berbasis Online Pemerintah Dituding Lambat Merespon

JAKARTA – Demonstrasi supir taksi yang menuntut penghapusan transportasi berbasis aplikasi online mendapat tanggapan  Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. Dia menilai pangkal dari permasalahan tersebut adalah respon dari pemerintah yang lambat.

“Jika dilihat lebih jernih, keresahan dari taksi dan transportasi konvensional muncul akibat tidak adanya kebijakan yang tegas. Padahal taksi atau sarana transportasi berbasis online ini sudah lama ada,” kata Fadli Zon dalam keterangan pers yang diterima jogjakartanews.com, belum lama ini.

Harusnya, kata Fadli,  sejak lama pemerintah tanggap bahwa harus ada pengaturan untuk hal ini, sehingga tidak terjadi kisruh di Ibu Kota. Di sisi lain, kata dia, kebutuhan masyarakat terhadap transportasi online semakin terbentuk dan masyarakat sudah merasa nyaman dan mudah. Fadli mendesak pemerintah segera merespon perkembangan tersebut dengan payung kebijakan. 

“Demonstrasi yang berujung bentrok kemarin, akibat pemerintah membiarkan terlalu lama. Perlu regulasi untuk mengatur bisnis transportasi berbasis aplikasi online, agar semuanya jelas,” ungkap Fadli Zon.

Fadli Zon juga menegaskan bahwa transportasi berbasis online merupakan satu perubahan positif di masyarakat. Namun jika perubahan positif tidak diikuti pengaturan yang jelas, kata Fadli, akhirnya bisa memunculkan konflik di dalam masyarakat itu sendiri.

“Kementerian perhubungan dan kementerian terkait seperti Kemenkoinfo, harus segera berkordinasi dan membuat aturan yang jelas. Jangan biarkan berlarut-larut,” pungkasnya. (has)

Redaktur: Rudi F

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.