Jadi Wisata Edukasi, Bazar Buku Big Bad Wolf di Yogyakarta Terus Dibanjiri Pengunjung

YOGYAKARTA – Hadirnya bazar buku Big Bad Wolf (BBW) untuk pertama kalinya di Kota Yogyakarta mendapat antusiasme luar biasa dari masyarakat. Pada hari kedua sejak dibuka untuk umum, Jumat (02/08/2019) di Jogja Expo Center (JEC), jumlah pengunjung total sudah mencapai 50 ribu lebih.

Presiden Direktur PT. Jaya Ritel Indonesia, Uli Silalahi selaku pemrakarsa BBW mengatakan antusiasme masyarakat bukan hanya datang dari Yogyakarta saja, melainkan dari kota di sekitarnya seperti Semarang, Kudus, Solo, dan Magelang Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya, banjir pengunjung pada hari kedua ini melebihi ekspektasi,

“Ini sampai saat ini melebihi ekspektasi. Untuk hari ini 20-25 ribu jadi mungkin sudah ada sekitar 50-55 ribu sejak dibuka kemarin. Saya agak terharu, terimakasih masyarakat Yogyakarta, Semarang, Solo dan sekitarnya. Sudah dari kemarin kita sampai gunakan buka tutup. Ini kita lihat sampai hall B mereka masih setia menunggu antrian untuk masuk ke dalam. Kita mohon maaf kalau antrian cukup panjang,” tuturnya kepada jogjakartanews.com, Sabtu (03/08/2019) sore.

Uli mengaku tidak menyangka antusiasme masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya begitu tinggi, sehingga pihaknya hanya membuka satu hall JEC untuk menggelar bazar. Dia memprediksi selama 12 hari gelaran BBW di Yogyakarta bisa menyedot lebih dari 250 ribu pengunjung. Namun demikian pihaknya memastikan ketersediaan buku masih mencukupi. Akan disediakan sedikitnya 1,5 juta sampai 2 juta buku sepanjang event BBW di Yogyakarta,

“Kalau toh ada tambahan nanti mungkin 5 sampai 10 persen. Jangan khawatir buku-buku itu tetap kita hadirkan terus lebih banyak. Minggu depan juga akan datang lagi, setiap dua hari sekali akan datang container dari Kanada, Amerika Serikat juga dari UK (Inggris). Jadi untuk ketersediaan buku tetap aman,” kata Uli yang kini dikenal dengan Ibu Buku ini,

Dikatakan Uli, dalam Bazar BBW di Yogyakarta yang dibuka selama 24 jam non stop ini, buku-buku yang banyak diminati pengunjung adalah buku non fiksi,

“Ini keujikan daripada kota pelajar ini, mirip dengan kota Bandung, jadi buku yang paling diminati adalah non fiksi seperti arsitektur, desain grafis, art,” ujarnya.

Selain itu, kata Uli, di segmen berbeda ada buku ajaib untuk anak-anak yang diminati pengunjung. Buku ajaib yang disediakan menurutnya jarang terdapat di toko-toko buku atau bazar buku lainnya,

“Terutama Ayo Shalat, itu hanya ada di kita, kalau di tempat lain nggak ada. Buku ajaib itu kan antara teknologi dan literasi itu menjadi satu, jadi cukup menarik pengunjung,” imbuhnya.

Melihat antusiasme masyarakat dalam event perdana BBW di Yogyakarta ini, ke depannya Uli akan mempertimbangkan untuk menggelarnya kembali di Yogyakarta kedepannya. Akan tetapi ia akan melihat perkembangan di luar weekend ini,

“Nanti akan lihat hari Senin atau Selasa apakah lebih banyak dari weekend. Kalau Senin dan seterusnya tetap ramai, mungkin kita akan hadir lagi di kota Yogyakarta lagi tahun depan,” tukasnya.  

Uli berarap setelah weekend masyarakat yang hadir semakin banyak, terlebih untuk mengunjungi BBW pihaknya tidak mengenakan charge alias free. Selain itu, buku yang disediakan banyak variasinya, banyak macamnya,

“Nggak beli juga nggak apa-apa. Jadi misinya kita adalah menyebarkan buku ke seluruh Indonesia ini mudah-mudahan tercapai,” harapnya.

Di sisi lain, salah seorang pengunjung, Hadziq Jaohary mengatakan ia sengaja datang dari Semarang untuk memborong buku di bazar BBW,

“Saya datang dari Semarang ke Jogja khusus ke sini (BBW), karena Semarang belum ada dan kebetulan Jogja dekat, daripada di Jakarta. Kebetulan pas libur juga, jadi wisata edukasi bersama keluarga,” ujarnya di sela-sela belanja buku. 

Menurut Hadziq, BBW menarik terutama karena tersedia buku import dan buku untuk anak-anak yang tidak banyak tersedia di tempat lain,

“Untuk buku anak-anak kami mencari yang lebih tebel, lebih murah dari tempat lainnya. Di sini bukunya eksklusif, seperti buku ajaib Ayo Shalat untuk anak-anak. Istri saya juga ada temennya yang titip, jadi beli banyak ini,” katanya 

Hadziq berharap, BBW di Yogyakarta ke depan diadakan lagi, minimal setahun skali.

Hal senada dikatakan Amelia, warga Kudus Jawa Tengah. Ia datang ke BBW karena buku-bukunya yang cukup langka, terlebih harganya murah dengan diskon 60 hingga 80 persen,

“Biasanya kalau buku-buku import kan mahal, kalau di BBW ini murah, beda dengan di toko buku maupun beli di online. Ini beli banyak karena titipan teman, kebanyakan pesen buku anak dan parenting. Harapannya bazar BBW ini diadakan lagi di Yogyakarta secara berkala,” katanya

“Menariknya BBW ini banyak buku impor dan lebih lengkap dari tempat lain, ada diskon besar juga, dan mumpung ada di Jogja, biasanya kan di Jakarta, Bandung. Harapannya BBW bukan hanya sekali, terus tidak ada lagi, minimal sebulan sekali atau setahun sekali lah mampir di Jogja,” kata Sofi Nurnalita, Warga Sleman. (rd)

Redaktur : Ja’faruddin AS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.