Bapas Jogja bertekad wujudkan sekolah ABH

YOGYAKARTA – Bapas Kelas I Yogyakarta ( Bapas Jogja) bertekad wujudkan sekolah ABH, terkait hal tersebut Bapas Jogja menyelenggarakan rapat PKBM bagi ABH, Rapat ini merupakan lanjutan dari rapat rapat sebelumnya. Rapat ini dihadiri oleh tim penyusunan program pendidikan alternatif khusus ABH, diantaranya adalah perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, BPRSR DIY, Griya Pemulihan SILOAM, Unit PPA Polres Sleman, Bapas Jogja, sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Sleman, senin (16/09/2019)

Bertempat di Ruang Rapat Bapas Jogja, agenda rapat kali ini adalah penyelesaian potensi – potensi kendala yang akan dihadapi oleh tim, baik dari sisi administrasi, tehnis, mapupun legalitas dalam penyelenggaraan ke depan.

Rapat dibuka oleh perwakilan Kepala Bapas Jogja, Hartono, sekaligus selaku Kepala Seksi Bimbingan Klien Anak Bapas Jogja. Selanjutnya rapat dipandu oleh pembimbing kemasyarakatan Muda , Jarot Wahyu Winasis. Diskusi berjalan efektif karena dapat mempertemukan berbagai stakeholder penanganan ABH secara langsung. Berbagai permasalahan dapat segera dikomunikasikan dalam kesempatan ini.

Kepala BPRSR DIY siap memberi fasilitasi sarana dan prasarana yang dibutuhkan selama proses belajar mengajar, “Selain langkah pencegahan yang harus dilaksanakan , proses kuratif pun perlu diantisipasi dengan baik. Salah satunya dengan pembentukan wadah belajar ini. BPRSR DIY siap menyediakan ruangan, anak didik, dan fasilitas lainnya “jelas Fatchan yang diterima redaksi selasa (17/09/2019).

Kepala SKB Sleman, Sukirjan menyambut baik program ini, “kami siap mendukung kelancaran program ini, mulai dari tenaga pengajar hingga tenaga administrasi.” kata Sukirjan.

Hartono berpesan untuk terus menjaga komitmen bersama dalam kelancaran pelaksanaan pembentukan program alternatif ini. “Tim harus segera melakukan aksi nyata, ke depannya diperlukan adanya payung hukum berupa perjanjian kerjasama bersama dari masing masing instansi, mari kita wujudkan komitmen dan kepedulian bersama ini agar dapat memberikan sumbangsih kepada negara.” pesan Hartono menutup rapat.

Di tempat terpisah Kepala Bapas Jogja Alisyeh menuturkan ” sekolah ABH harus terwujud untuk meminimalkan  ABH yang Drop Out atau yang dikeluarkan dari sekolah, dengan adanya sekolah ABH ini bisa menampung dan melanjutkan pendidikan. Generasi muda harus kita bangun sebagai pejuang pejuang muda sebagai penerus dan mengisi pembangunan negeri tercinta Indonesia. Kita harus peduli dengan generasi muda kita, salah satu kepedulian Bapas Jogja adalah dengan menggandeng, bekerja berkolaborasi dengan instansi terkait khususnya Pemerintah Daerah Sleman yang begitu peduli dengan masa depan anak dalam membangun Kota Layak Anak(KLA).” tutur nya

Rapat akan terus diadakan guna mempersiapkan konsep dan kesiapan yang dibutuhkan agar lebih matang. Langkah terdekat adalah survei tim ke BPRSR DIY dan persiapan rapat selanjutnya. Sebelumnya pembahasan ini dilatarbelakangi oleh kegelisahan banyak pihak terkait pemenuhan hak anak yang berhadapan dengan hukum di bidang pendidikan. Forum ini membahas program alternatif sebagai solusi dari permasalahan tersebut. Program ini diharapkan mampu menjadi program nasional yang juga mendukung salah satu faktor pendukung Sleman sebagai Kota Layak Anak. (Bond)

Redaktur : Rara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.