Edutek  

Pendidikan Karakter PesantrenWujudkan Perdamaian

Oleh : Ulfaturrohmah*

Gaya hidup santri, sebenarnya dapat dijadiakan model kehidupan bangsa Indonesia, dalam mencapai perdamaian. Salah satu yang menjadi sorotan dalam kehidupan pesantren adalah adanya Pendidikan karakter. Karena terbukti bahwa pesantren mampu menanamkan secara baik pendidikan karakter kepada santri.

Pendidikan karakter menurut T.Ramliadalah Pendidikan yang lebih mengedepankan makna sekaligus esensi terhadap moral dan akhlak, sehingga mampu membentuk pribadi peserta didik yang baik.Pendidikan karakter memiliki banyak manfaat. Diantaranya, dapat mengembangkan potensi dasar dalam diri setiap individu, memperkuat perilaku multikultur dalam masyarakat, juga memacu peradaban untuk berkompetisi  dalam hubungan internasional.

Globalisasi menimbulkan adanya perubahan karakter masyarakat. Apabila Pendidikan karakter berkurang, imbasnya adalah krisis moral berupa perilaku negatif dalam nasyarakat. Seperti contoh, maraknya tindak kekerasan, penggunaan narkotika, pergaulan bebas, dll. Terlebih di zaman yang saat ini segala sesuatu mudah untuk didapatkan, apabila tidak diimbangi dengan Pendidikan karakter tentu akan

Gagasan penguatan pendidikan karakter (positif) bagi para murid terasa berat manakala hanya dibebankan kepada pendidikan formal, karena fokus pada transformasi ilmu pengetahuan.Pendidikan formal lebih banyak berperan pada upaya pembekalan moral knowing kepada siswa.

Sementara itu, moral feeling dan moral behavior lebih tepat diajarkan di lembaga pendidikan informal dan nonformal. Itu bisa terjadi, karena para murid lebih banyak meniru karakter keluarga serta lingkungannya di sela-sela menjalankan pendidikan formal.

Moral dalam diri kita harus kita jaga untuk berperilaku yang layaknya menjadi seorang santri. Sebab itu akan ditiru pada lingkungan sekitar bahkan  keluarga untuk menjalankan Pendidikan formal. Kegiatan santri yang dilakukan yaitu; Seperti membaca al-qur’an, melakukan sholat wajib maupun sholat sunah sehingga dalam melaksanan segala hal yang dilakukan santri. dalam kesehariannya termasuk ngaji, ngantri itulah yang dilakukan para santri.

Dalam persoalan ini, harus kita tekuni dan kita jalani dalam kehidupan sehari-hari, dengan cara mengikuti kegiatan  dengan tertib dan disiplin. untuk mewujudkan pribadi yang lebih baik,untuk mengajarkan nilai-nilai keislaman.

Oleh karena itu, upaya mengatasi masalah yang sering dihadapi oleh seorang santri mungkin berbeda dengan santri lainnya. persoalanmasalah santri, Lembaga ini sangat memprihatinkan mengurangi nilai-nilai yang ada pada pesantren. Tidak ada pandangan yang berhubungan dengan strata sosial dalam kemasyarakatan, seperti kaya-miskin, tua-muda, dan lain sebagainya.

Dalam berbagai kegiatan dalam pondok salaf, hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama. Belajar mengajar di pesantren salaf terbagi menjadi dua yaitu metode sorogan wetonan dan metode klasikal. Adapaun metode yang dilakukan pada saat ini masih berkembang seperti dulu.Pesantren yang menumbuhkan ukhwah Islamiyah, pesantren juga menumbuhkan dasar nilai-nilai Islamiyah.

Sedangkan kata perdamaian dalam arti luas pengarahan terhadapat pihak yang lain saling berhungan antara pihak satu dengan pihak yang lain, yaitu dengan cara menggambarkan dalam diri dan emosi yang harus ikhlas menerima permasalahan yang dihadapai.

Menurut K.H. Ahmadi zayadi pembentukan nilai-nilai otonom dalam perdamaian saat ini terus menerus sebagai kemenag dari Lembaga negara. Pembentukan ini dilakukan dengan cara modalitas untuk lebih berkarya lagi, dalam melakukan beberapa hal yang harus dijalankan, antara lain misalnya; membuka pendaftaran atau dengan mendatangkan calon pelajar dari berbagai negara untuk “nyantri” di pesantren-pesantren(hijrah)  di Indonesia.para santri yang menuntut ilmu, meninggalkan kampung halaman nya , untuk berproses ditempat belajaruntuk mencari ilmu(19/10).

Kemudian, salah satu sebabnya perbedaan suku yang dilakukan seorang santri kadang menimbulkan kericuhan,lama kelamaan kalau dibiarkan akan menjadi perselisahan antara santri satu dengan lainnya perbeddaan ini anugrah yang untuk bisa disatukan dan mengerti satu sama lain. seperti yang dilakukan dipesantren-pesantren lainnya.

Secara historis, akhirnya terakumulasi mewujudkan modalitas dan pola hidup santri menjadi berkembang dalam menghadapi kehidupan dalam berbangsa dan bernegara.maka dari situlah mulai merubah dengan hal-hal yang positif untuk mencapaitujuan. Wallahu’alam bi as-shwaab. (*)

*Penulis adalah Alumnus PP Alhamdulillah Kemadu Rembang,  Mahasiswi Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim Semarang

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.