Menilik Prestasi Santri Masa Kini

Oleh: Linda Arifatul Ulya*

Santri,  nama yang tidak asing bagi masyarakat Indonesia, bahkan sejak zaman penjajahan. Sebutan santri disandarkan untuk seseorang yang sedang memperdalam ilmu agama di pondok pesantren. Seorang santri identik dengan pinter ngaji, mulai dari ngaji al-Qur’an sampai dengan ngaji kitab kuning (gundul). Ketika sudah menyandang “gelar” santri, yang ada di benak masyarakat, seseorang itu memiliki pengetahuan agama yang mendalam.

Selain itu, seorang santri juga memiliki ciri serta karakteristik yang khas, yang meliputi kedisiplinan, akhlak, moral, dan etika. Sudah tidak diragukan lagi, bahwa sikap disiplin dan beradab seorang santri  memiliki  citra yang baik di masyarakat. Sebab, seorang santri sudah dicetak dan digembleng selama di pesantren, sehingga dapat menjadi modal untuk terjun langsung dalam lingkungan masyarakat di masa depan.

Namun, di zaman sekarang seorang santri tidak hanya identik dengan pinter ngaji, akan tetapi memiliki ciri serta  karakteristik yang lebih luas lagi. Sebab, selain mempelajari ilmu agama, santri juga mempelajari ilmu-ilmu umum misal, sosial,  bahasa, teknologi dsb. Hal tersebut dibuktikan dengan banyak berdirinya pondok pesantren modern yang menawarkan banyak pendalaman ilmu umum.

Banyak manfaat dan peluang yang bisa diperoleh santri dari pondok pesantren, contohnya raihan prestasi serta wawasan yang luas, tidak hanya satu bidang ilmu, akan tetapi semua disiplin ilmu. Sebab, Seiring perkembangan zaman kebutuhan akan ilmu semakin  hari semakin meningkat.

Contoh nyatanya adalah banyak bermunculan santriwan-santriwati yang menguasai berbagai bahasa, mulai dari bahasa arab hingga bahasa inggris. Hal tersebut, memberikan dampak gemilang karena dengan menguasai bahasa arab maka seorang santri secara otomatis akan menguasai bahasa al-Qur’an dan kitab-kitab kuning. Sehingga mempermudah seorang santri dalam memahami serta mendalami pedoman-pedoman agama islam.

Sedangkan, jika seorang santri menguasai bahasa inggris maka secara tidak langsung akan mempermudah santri dalam bergaul serta memperluas wilayah dakwah  penyiaran dalam agama Islam. Sudah tidak bisa dipungkiri, bahasa inggris adalah bahasa yang sudah diakui dunia sebagai bahasa Internasional. Di sisi lain, jika seorang santri menguasai bahasa inggris, maka akan memberikan peluang bagi santri dalam berinvestasi ditaraf Internasional.

Dalam bidang bahasa, banyak dikenal pondok pesantren modern yang menonjolkan penguasaan bahasa, akan tetapi tidak melupakan tujuan berdirinya suatu pondok pesantren yaitu untuk  memperdalam agama Islam. Contoh pondok modern yang sudah masyhur di Indonesia adalah Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo atau lebih dikenal dengan Pondok Modern Gontor yang terletak di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Pondok modern tersebut sudah banyak mencetak santri-santri yang intelektual dalam bidang bahasa.

Selain dalam bidang bahasa, masih banyak prestasi lain yang sudah ditorehkan santri, bahkan ada juga yang mengembangkan ilmu pertanian, khususnya dalam bidang agribisnis. Hal tersebut diterapkan oleh pondok pesantren Al Ittifaq di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pondok pesantren modern tersebut, juga mengajari serta mendalami pertanian khususnya dalam bidang agribisnis. Dalam bidang pertanian, pondok tersebut berhasil mengembangkan bisnis-bisnis hingga mampu bersaing dengan bisnis pertanian lain yang menggeluti terlebih dahulu.

Tidak berhenti disitu saja, ternyata masih banyak lagi prestasi yang ditorehkan oleh santri-santri keluaran pondok pesantren modern, misalnya saja dibidang olahraga, beladiri, debat, dan sains. Bukti nyatanya adalah pada beberapa waktu yang  lalu ada tiga santri asal malang yang memenangkan debat bahasa Arab ditaraf internasional yang diselenggarakan di Qatar. Indonesia berhasil memenangkan debat tersebut setelah bersaing ketat dengan Brazil, Pakistan, dan Columbia.

Dari raihan kemenangan tersebut, sudah tidak diragukan lagi bahwa seorang santri di masa kini lebih memiliki banyak keunggulan, terlebih dalam bidang agama. Mengingat arus perkembangan zaman yang semakin mengkhawatirkan, apabila santri-santri tidak dibekali ilmu pengetahuan umum, maka santri di waktu yang akan datang pasti hanya akan di remehkan dan di anggap biasa-biasa saja. Berbeda dengan santri yang menguasai ilmu pengetahuan umum, dia  pasti akan bisa menjalani bergagai tantangan  zaman.

Dengan demikian, pentingnya memperdalam ilmu pengetahuan umum akan memberikan banyak manfaat selain dari sisi prestasi juga dalam sisi religi, yaitu akan memudahkan seorang santri dalam menegakkan serta menyiarkan agama Islam dalam segala aspek kehidupan yang ada, dimanapun dan kapanpun santri itu berada. Serta secara tidak langsung akan membentengi para santri dalam menghadapi perbudakan kaum jahiliyyah masa kini. Wallahu’alam bi al-shawaab. (*)

*Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.