Bapas Jogja, Ditengah Temu Hati Anak Sleman Tahun 2020

YOGYAKARTA – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman dalam rangka pemenuhan hak partisipasi anak di Kabupaten Sleman memberi fasilitas pelaksanaan Temu Hati Anak Sleman Tahun 2020 dengan melibatkan Bapas Kelas I Yogyakarta(Bapas Jogja), bertempat di The Atrium Hotel dan Resort Jl. Kebonagung Nomor 20, Sendangadi, Mlati, Sleman,Sabtu(01/02/2020).

Acara yang bertajuk Temu Anak Sleman Tahun 2020 ini diselenggarakan selama dua hari mulai tanggal 1 Februari 2020 sampai dengan 2 Februari 2020 bertema Stop Pernikahan Anak Demi Masa Depan Yang Lebih Layak dibuka oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun.

Dalam sambutannya, Sri Muslimatun mengatakan bahwa tahun 2020 ini Sleman diharapkan mampu menjadi Kabupaten Layak Anak(KLA) di Tingkat utama.

“Kabupaten Layak Anak tingkat utama menjadi sasaran utama , dan semoga Kabupaten Sleman tahun 2020 ini dapat meraih predikat tersebut,  terimakasih pihak kami sampaikan kepada semua unsur lapisan baik instansi horizontal maupun vertikal termasuk Bapas Jogja serta seluruh pihak yang terlibat, juga untuk Forum Anak Sleman( Forans) harapan kami semakin maju dan menjadi generasi platinum yang taat hukum,” paparnya.

Pembimbing Kemasyarakatan(PK) Muda Bapas Jogja, Jarot Wahyu Winasis sebagai narasumber menyampaikan bahwa perhatian yang luar biasa Bapas Jogja selalu dilibatkan dalam perkembangan anak di Kabupaten Sleman.

“Sebagai wakil Bapas Jogja, pihak kami menyampaikan materi Generasi Platinum Taat Hukum. Cukup maraknya anak yang berkonflik dengan hukum tentu saja sangat memprihatinkan banyak pihak, karena anak adalah tunas bangsa, forum seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran hukum anak-anak,” ucapnya.

Kurang lebih 60 menit, PK Muda Jarot Wahyu Winasis yang akrab disapa Jo menyampaikan materi di acara yang dihadiri oleh 200 anak Sleman diantaranya dari Forum Anak Kabupaten, Forum Anak Desa, Forum Anak Kecamatan serta perwakilan sekolah, beberapa pertanyaan menarik keluar dari anak-anak yang membuat suasana diskusi semakin menarik dan hidup, ditambahkan dalam penyampaian materi PK Muda Jo memberi selingan dengan guyonan guyonan ringan.

Anisa, Vivian dan Audrey tiga dari 200 anak perwakilan Forans menanyakan tentang cara penanganan anak yang berhadapan dengan hukum oleh Bapas Jogja dan mengapa Kabupaten Sleman menurut data di kepolisian paling banyak Anak yang berhadapan dengan hukum, serta penanganan Bapas Jogja kepada Anak ang berhadapan dengan hukum yang telah putus sekolah.

Dengan gaya santai dan sedikit menyelipkan candaan PK Muda Jo menjawab pertanyaan demi pertanyaan dengan seksama.

“Bapas Jogja mempunyai tugas pokok dan fungsi salah satunya adalah pendampingan dan bimbingan untuk Anak yang Berhadapan dengan Hukum(ABH), dimana Bapas Jogja menugaskan PK untuk pendampingan ABH atas permintaan pihak-pihak terkait dalam melalui proses hukumnya secara psikologis dan mengutamakan hak anak, jika di kabupaten Sleman sesuai data adalah paling banyak dibanding kabupaten lain maka itu menjadi tugas bersama seluruh penegak hukum dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran hukum, seperti halnya kegiatan seperti ini untuk menumbuhkan taat hukum bagi anak anak bangsa, sedang penanganan Bapas jogja untuk ABH yang putus sekolah, Bapas Jogja telah bekerjasama dengan banyak pihak seperti Dinas pendidikan dan beberapa instansi terkait untuk bisa memberikan program Home Schooling , mohon dukungan dari semua pihak agar program ini berjalan dan terlaksana sesuai dengan perencanaan sehingga tunas bangsa bisa terselamatkan,” jelas PK Muda Jo.

Ditemui di tempat terpisah Kepala Bapas Jogja, Muhammad Ali Syeh Banna mengungkapkan bahwa kerja keras Bapas Jogja untuk membimbing, mendampingi klien Bapas terutama ABH diharapkan bisa membuahkan hasil yang maksimal demi memenuhi hak-hak anak.

“Anak-anak adalah tunas bangsa dan mempunyai hak atas pendidikan walaupun sedang berhadapan dengan hukum diharapkan pendidikan tidak terputus sehingga anak anak tersebut bisa membangun masa depannya lebih baik, peran serta Bapas sangat diperlukan untuk mengusahakan yang terbaik untuk anak,”pungkas nya.(Hen)

Redaktur : Henny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.