Sambut Hari Pendidikan, MI Al Huda dan KOMPITA Akan Bagikan Paket Sembako

SLEMAN – Pandemi Covid 19 (Corona) membawa dampak ekonomi bagi masyarakat. Semenjak diberlakukannya protokol pencegahan penyebaran Corona oleh pemerintah, masyarakat dihimbau tinggal di rumah, sehingga banyak yang tidak bisa bekerja.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak Corona, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Huda Karangongko, Maguwoharjo, Depok, Sleman membagikan paket sembako untuk masyarakat. Sasaran penerima bantuan adalah orang tua wali murid, tetangga para guru dan karyawan, serta warga di Padukuhan Karangnongko yang kurang mampu.

Kepala Sekolah MI Al Huda, Slamet Subagya, S.Pd M.Pd mengatakan, paket sembako yang dibagikan merupakan sumbangan dari para donatur, komite sekolah, dan Komunitas Pintar Indonesia (Kompita),

“Kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi Keluarga Besar MI Al Huda dengan masyarakat. Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid 19. Kami juga memohon doa restu agar MI Al Huda ke depannya lebih maju,” tuturnya, usai membagikan paket sembako kepada siswa dan wali murid di MI Al Huda, Rabu (29/04/2020).

Dalam pembagian tersebut, MI Al Huda tetap menerapkan protokol pencegahan Corona, tidak lebih dari 10 orang dan menjaga jarak (social distancing). Sedangkan untuk ratusan paket sembako yang lebih banyak akan dibagikan langsung kepada masyarakat Jumat, 01 Mei 2020 mendatang,

“Kegiatan ini yang kami beri tema: ‘Sedekah mengundang Berkah’. Ini sekaligus untuk menyambut hari pendidikan nasional dan jumat barokah,” imbuhnya.

Menurut Subagya, Sumbangan dari para donatur melalui MI Al Huda yang sudah dihimpun sejak April yang lalu, sebesar Rp 10 juta. Dana tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk 150 paket sembako yang berisi beras, mie instant, minyak goreng, tepung dan gula.

Ia menjelaskan, sejak 18 Maret 2020 yang lalu siswa di MI Al Huda sudah belajar di rumah untuk memutus mata rantai penyebaran Corona. Siswa belajar secara online dengan aplikasi mobile namun untuk biaya aplikasi berbayar tersebut ditanggung sekolah. Akan tetapi, di sisi lain banyak orang tua dari anak-anak yang terpaksa tidak bekerja karena dirumahkan, sehingga rentan terhadap kebutuhan pokok. Akibatnya, anak-anakpun menjadi tidak tenang dalam belajar di rumah,

“Maka sebagai bentuk kepedulian MI Al Huda terhadap siswa dan keluarganya, kami memberikan bantuan ini. Kami menghimbau supaya siswa dan orang tua tetap tenang, sabar, mengikuti protokol pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran Covid 19, dan berdoa semoga wabah ini segera berakhir,” pungkasnya.

Sementara itu, pegiat KOMPITA, Farida mengatakan, pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan MI Al Huda. KOMPITA memberikan beasiswa dan menjadi orang tua asuh siswa MI Alhuda yang kurang mampu, terutama siswa yatim piatu. Selain itu, juga ada program bantuan untuk orang tua siswa yang tidak memiliki pekerjaan dengan memberikan modal usaha,

“Kita ingin siswa kami lebih sejahtera, belajar lebih enak, tidak terbebani biaya sekolah, anak juga dipantau perkembangannya dan selalu didorong untuk bisa berprestasi,” imbuhnya.

Farida menambahkan, KOMPITA juga sangat peduli dengan masyarakat terdampak Corona, sehingga sebisa mungkin bisa memberikan bantuan kepada masyarakat,

“Masa pandemi Corona ini kan tidak tahu sampai kapan, jadi kami memang ingin sekali terus bisa memberikan bantuan, terutama untuk kebutuhan pokok dan yang mendesak. Mudah-mudahan wabah ini segera berakhir, ” harapnya. (rd2)

Redaktur: Fefin Dwi Setyawati

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.