Akademisi UP 45 Dorong Pengembangan Pesantren Riset Berkolaborasi dengen Elemen Kampus

YOGYAKARTA – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Proklamasi 45 Syamsudin,MA mengungkapkan, antara Pesantren dan Perguruan Tinggi perlu berkolaborasi untuk mengembangkan Pesantren Riset.

Menurut Syamsudin, pesantren dalam maknanya yang utama adalah institusi pendidikan, dimana peserta didik tinggal bersama guru. Suatu sistem yang memungkinkan peserta didik dan pendidik membangun ruang pembelajaran yang melampaui dinding kelas,

“Oleh sebab itu, pesantren dalam hal ini diberi makna sebagai ruang pembelajaran yang lebih intens, dimana interaksi yang berlangsung merupakan interaksi saling belajar, yang bersifat fleksibel,” katanya dalam pers rilis yang diterima redaksi jogjakartanews.com, Selasa (18/05/2021).

Sementara itu, kata Syamsudin, kampus selain menjalankan seluruh fungsi ke dalam, namun juga memikul tanggung jawab ke luar, yakni mendorong dan atau memfasilitasi terbentuknya ruang pembelajaran, khususnya untuk memperluas akses para pembelajar untuk meningkatkan kemampuan riset agar dapat memacu lahirnya karya berbasis riset,

“Untuk itulah, ruang pembelajaran berformat pesantren, dalam hal ini Pesantren Riset, diupayakan berkembang, dimana elemen kampus menjadi salah satu pilarnya” ujarnya.

Hal senada sebelumnya pernah disampaikan Syamsudin saat menjadi salah satu narasumber dalam Webinar bertema Pesantren Riset: Peluang dan Tantangan. Acara yang diselenggarakan oleh Akademi Hikmah ini berlangsung pada Senin, 10 Mei 2021, pukul 15.30-17.00 WIB.

Dalam kegiatan tersebut, hadir beberapa narasumber antara lain: Dr. Khamim Zarkasih Putro, M.Si. (UIN Sunan Kalijaga), Dr. Drs. H. Imawan Wahyudi, M.H. (Wakil Bupati Gunungkidul periode 2011 – 2020), KH Drs. Heri Kiswanto, M.Si. (Rektor IIQ An-Nur Yogyakarta), Muhammad Dzulkifli, S.Pd., M.Sc. (Dosen Jurusan Bahasa, Komunikasi, dan Pariwisata Politeknik Negeri Jember), Muhammad Mustafid (Pengasuh Pesantren Aswaja Nusantara Mlangi).

Acara dipandu oleh Muhammad Shaleh Assingkily, S.Pd., M.Pd. (UIN Sumatera Utara) dan Nafi’atus Sholihah, M.Pd. (Alumni Pascasarjana UNY). (rd2)

Redaktur: Fefin Dwi Setyawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.