Peneliti UP 45 Sari Amelia Pecahkan Masalah Pembongkaran Anjungan Struktur Migas Lepas Pantai

YOGYAKARTA – Setelah melakukan penelitian sejak akhir 2016 hingga saat ini, peneliti dari Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta (UP 45), Sari Amelia mampu memecahkan sejumlah persoalan terkait pembongkaran anjungan struktur migas lepas pantai. 

Sari mengatakan, penelitian yang dilakukan mempelajari mengenai aspek pemangku kepentingan, kebijakan serta faktor-faktor kritis dalam pembongkaran anjungan struktur migas lepas pantai. Selain itu, dalam penelitian yang dilakukan juga menganalisis perbandingan praktik industri terkait penyelesaian masalah manajemen aset dalam pembongkaran anjungan struktur migas lepas pantai, dengan studi kasus yang sama di Malaysia, Teluk Meksiko (Amerika Serikat), serta Australia.

Menurutnya, dari penelitian yang  telah ia lakukan dihasilkan beberapa publikasi nasional dan internasional yang juga dipresentasikan di salah satu kegiatan Society of Petroleum Engineers (SPE) Symposium: Decommissining & Abandonment di Kuala Lumpur (Malaysia) serta model pengembangan model pengelolaan barang milik negara (BMN) berupa anjungan migas lepas pantai pasca operasi secara berkelanjutan.

Penelitiannya juga berhasil membawanya menjadi salah satu peserta Bergen Summer Research School (BSRS), yang diikuti kandidat doktor atau doktor dari berbagai negara di dunia,

“Pada saat melakukan registrasi BSRS 2021, saya mengajukan penelitian saya mengenai pembongkaran anjungan struktur migas lepas,” ungkapnya, Sabtu (03/07/2021).

Karena penelitian tersebut, Sari Amelia sebelumnya  juga mendapatkan kesempatan dari salah satu Guru Besar Teknik Kelautan di Institut Teknologi Bandung untuk mengikuti Global Workshop Safer Decommissioning of Offshore Structures and Ships yang diadakan oleh Royal Academy of Engineering (RAE) pada tahun 2019. Pada global workshop tersebut, RAE mengundang 62 orang yang berasal dari 21 negara berkumpul di London (Inggris) untuk berdiskusi mengenai bagaimana meningkatkan standar keselamatan, konsistensi, dan menyebarluaskan implementasi praktik penanganan pembongkaran struktur lepas pantai dan kapal secara global.

Pertemuan tersebut, kata Sari, selanjutnya ditindaklanjuti dengan pengajuan proposal penelitian kolaborasi per kawasan dan pemberian hibah dana penelitian. Dalam penelitian kolaborasi internasional ini, Sari tergabung sebagai anggota peneliti dari Institut Teknologi Bandung, dan bersama-sama dengan para peneliti dari negara –negara di ASEAN – Asia Selatan melakukan penelitian dengan topik Sustainable and Safe Decommissioning of Offshore Structures and Ships for ASEAN & South Asia Regions,

“Penelitian tersebut merupakan penelitian 4 tahun yang diselenggarakan dari 2020 hingga 2024 dengan hasil akhir berupa rekomendasi pedoman pembongkaran struktur lepas pantai dan kapal secara selamat dan berkelanjutan bagi kawasan ASEAN dan Asia Selatan,” ungkapnya.

Direktur Kantor Urusan Internasional (KUI) UP45, Rr.Putri Ana Nurani,SS,MM menuturkan, UP 45 yang memiliki tagline “The University of Petroleum” turut bangga dan memberikan support terhadap Sari yang berhasil menjadi peserta event peneliti internasional, BSRS 2021.

Menurutnya di masa pandemi Covid-19 ini, pemerintah dalam hal ini kementerian pendidikan dan kebudayaan riset dan teknologi memberikan kebijakan untuk melaksanakan pembelajaran secara daring (pembelajaran jarak jauh). Oleh karena itu, dicanangkan program kampus merdeka, merdeka belajar,

“Tidak hanya memberikan kesempatan atau mendorong mahasiswa untuk terus aktif produktif begitu juga peran dosen pun sebagai pendidik dituntut untuk mampu mendorong perguruan tinggi untuk mengembangkan inovasi dalam pembelajaran sesuai dengan pemanfaatan teknologi,” tuturnya Sabtu (03/07/2021).

Menurut Putri, terlaksananya world class university salah satunya karena adanya riset. Dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) Nadiem Makarim sendiri melakukan berbagai hal untuk meningkatkan kualitas dan inovasi perguruan tinggi di bidang riset dan teknologi, sehingga diharapkan kalangan akademisi nantinya bisa melahirkan penelitian sebanyak mungkin,

“Riset tidak sekadar didasarkan pada keingintahuan peneliti tetapi juga didasarkan pada persoalan yang dihadapi rakyat sehingga apa yang dihasilkan berguna memberikan solusi bagi masyarakat Indonesia maupun dunia. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Universitas Proklamasi 45 terus membina, mendorong kreativitas, inovasi dan produktivitas meneliti baik peneliti dosen, mahasiswa, sivitas UP 45,” pungkas Putri. (rd2)

Redaktur: Fefin Dwi Setyawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.