Komitmen Tingkatkan SDM, Bupati Sleman Minta Kalurahan dan Kapanewon Optimalkan Program PAUD

SLEMAN – Bupati Sleman, Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo selaku Ibu Pendidikan Anak Usia Dini (Ibu PAUD), meminta Pemerintah Kapanewon dan Kalurahan di Kabupaten Sleman berkomitmen mengoptimakan program untuk memajukan PAUD di wilayahnya. Menurutnya, PAUD menjadi tonggak awal terbentuknya generasi bangsa yang unggul yang diharapkan di masa mendatang,

“Terciptanya PAUD berkualitas di Kabupaten Sleman adalah tanggung jawab kita bersama. Tidak mungkin ada PAUD berkualitas tanpa ada dukungan pemangku kebijakan. Jadi kami meminta Kapanewon dan Kalurahan di Kabupaten Sleman mengusahakan anggaran untuk program PAUD. Ke depan, kata dia, akan ada alokasi dana APBD untuk peningkatan SDM, karena di Sleman itu kita SDM nya harus bisa bersaing dan itu dimulai dari tingkatan usia anak-anak usia dini,” tutur Kustini.

Saat membuka membuka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Bunda PAUD se-Kabupaten Sleman yang diselenggarakan Forum PAUD Kabupaten Sleman di Ruang rapat lantai 3 Setda Kabupaten Sleman Senin (01/11/2021).

Dalam Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan Bunda PAUD Kapanewon dan Bunda PAUD Kalurahan se- Kabupaten Sleman tersebut, Kustini menekankan, meskipun perkembangan PAUD di Kabupaten Sleman sudah bagus, namun perlu lebih ditingkatkan. Selain memiliki tanggung jawab dalam pendidikan anak yang berkualitas, Bunda PAUD yang juga bagian dari jajaran Pemerintah Kapanewon dan Kalurahan juga harus mengoptimalkan tumbuh kembang anak dengan meningkatkan kesehatan,

“Bunda PAUD diharapkan bisa mengedukasi masyarakat, khususnya calon ibu untuk mempersiapkan kehamilan dan kelahiran anak yang sehat dan terhindar dari stunting. Bagaimana kondisi anak-anak kita agar tidak lahir stunting, itu bagian peran sebagai Bunda PAUD Kapanewon maupun Kalurahan. Sebenarnya angka stunting kita rendah tapi di DIY tinggi, penting dalam kita memantau gizi dan kesehatan anak-anak kita dalam mengatasi stunting. Anak-anak bisa berkualitas dimulai dari ibu mengandung, menyusui, nah asupan gizi yang baik itu dimulai dari perempuan Indonesia, pembiasaan makan ikan untuk anak karena ikan di Sleman itu melimpah,” imbau Kustini.

Kustini juga berpesan agar dalam memberikan layanan PAUD juga harus menyesuaikan dengan perkembangan jaman. Sebab menurutnya, anak-anak juga harus dididik menjadi generasi bangsa yang kompetitif,

“Anak-anak yang akan maju itu, anak yang berani bersaing, yang berani mencoba sehingga menjadi kreatif, karena eranya sekarang berbeda. Perkembangan teknologi semakin pesat,” Tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut Kustini juga mengingatkan agar PAUD berintegrasi dengan posyandu untuk menunjang kesehatan anak. Dalam pendidikan, anak-anak juga harus dikenalkan dengan budaya, kesenian, dan potensi kearifan lokal. Selain itu, Bunda PAUD di tingkat Kapanewon dan Kelurahan juga selalu memantau dan mendata anak-anak, sehingga mengetahui masalah dan segera melakukan advokasi atau pendampingan,

“Misalnya, membantu advokasi anak yang belum memiliki akte, sebagai kabupaten layak anak, kecamatan layak anak, kalurahan layak anak. Membantu orangtua bagaimana memenuhi kewajiban anak. Yang tak kalah penting adalah juga melindungi anak dari kejahatan baik pelecehan seksual maupun bahaya narkoba,” imbuhnya. (rd2)

Redaktur: Fefin Dwi Setyawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.