Persoalan Pemenuhan Guru di Kabupaten Sleman Sudah Teratasi dengan P3K

SLEMAN– Melalui momentum peringatan Hari Guru Nasional, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman memberikan penguatan semangat pengabdian guru. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Drs. Ery Widaryana, MM mengungkapkan pandemi Covid-19 menjadi keprihatinan bagi dunia pendidikan. Oleh karenanya, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman terus fokus dalam menyelesaikan problem-problem pendidikan, termasuk persoalan guru di dalamnya. Antara lain, memenuhi kebutuhan guru melalui skema pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K), sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer, 

“Persoalan pemenuhan guru di Kabupaten Sleman sudah teratasi dengan P3K. Untuk P3K, Sleman formasinya terbanyak. Itu untuk yang di sekolah negeri. Harapannya, guru-guru yang sudah mengabdi lama bisa terekrut. Sedangkan di sekolah swasta kita sudah berusaha memberikan fasilitasi. Kita akan berusaha terus menaikkan. Mudah-mudahan seiring waktu melewati masa pandemi Covid-19 ini, PAD (Pendapatan Asli Daerah) bisa naik kembali,” tuturnya seusai menghadiri pelantikan Kelompok Kerja Ibu PAUD Kabupaten Sleman, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Sabtu (27/11/2021).

Menurut Ery, sebelumnya kebutuhan guru di sekolah-sekolah negeri di Kabupaten Sleman sekira 1. 200 guru. Saat ini kebutuhan guru di sekolah negeri hanya sekira 400 hingga 500, sesuai mata pelajaran (Mapel). Beberapa Mapel yang kekurangan guru diantaranya PJOK, IPA dan IPS pada jenjang SMP,

“Yang kurang itu jadi fokus kita. Kalau Mapel BK sudah terpenuhi dengan P3K,” ujarnya.

Ery menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman sudah berupaya meningkatkan kesejahteraan guru dengan menggelontorkan anggaran yang cukup besar untuk insentif guru,

“Untuk guru Non PNS kita fasilitasi baik di sekolah swasta, PTT dan GTT. Untuk sekolah juga ada Bantuan Operasional Sekolah yang juga bisa untuk menambah honor guru. Kita akan berupaya terus pikirkan kesejahteraan guru,” imbuhnya.

Dengan perhatian-perhatian yang diberikan tersebut, Ery berharap melalui momentum peringatan Hari Guru Nasional 2021 yang diperingati setiap 25 November, guru-guru di Kabupaten Sleman lebih menguatkan semangat pengabdian. Hal itu sesuai tema peringatan Hari Guru Nasional tahun 2021, yaitu “Bergerak dengan Hati, Memulihkan Pendidikan”. Ia menekankan, peran guru tidak bisa tergantikan terutama dalam penguatan karakter siswa didiknya,

“Itu yang menjadi prioritas penanganan kita, tidak hanya peningkatan kompetensi profesional atau kompetensi akademik, tetapi kompetesi kepribadian dan pedagogiknya juga kita kuatkan,” tandasnya.

Ery menjelaskan, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman memiliki program pendampingan asesor oleh semua guru. Hal itu menurutnya menjadi kebutuhan, mengingat pada masa pandemi sekolah melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), sehingga tidak bisa mendampingi siswa secara langsung,

“Harapannya level (pandemi Covid-19) semakin menurun dan pembelajaran tatap muka bisa dioptimalkan. Nantinya semua guru harus punya siswa pendampingan, sehingga jika ada persoalan siswa, guru bisa mengetahui dan memberikan solusi supaya tidak berkelanjutan dan anak bisa kembali nyaman belajar,” imbuhnya.

Seiring semakin menurunnya level pandemi Covid-19, Dinas Kabupaten Sleman juga terus menambah pemberian ijin untuk sekolah-sekolah yang melaksanakan uji coba tatap muka.

“Untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM), di Sleman terus bertambah seiring penurunan level. Untuk jenjang PAUD Formal yang sudah diberi ijin PTM sebanyak 155 TK, sejak 2 minggu yang lalu. Untuk tingkat SD sebanyak 472 sekolah, dan SMP sudah semua sebanyak 119 sekolah. Ke depan akan kita tambah terus, jika pandemi semakin melandai. Dengan semangat Hari Guru Nasional, diharapkan pendidikan di Kabupaten Sleman akan terus meningkat kualitasnya,” tutup Ery. (rd2)

Redaktur: Fefin Dwi Setyawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.