Demi Kenyamanan Wisatawan, Sri Sultan Tegaskan Relokasi PKL Malioboro Tidak Ditunda

YOGYAKARTA – Harapan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Jalan Malioboro yang meminta Pemerintah Daerah – Daerah Istimewa Yoggyakarta (Pemda-DIY) menunda relokasi, kandas sudah. Pasalnya, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X  menegaskan relokasi PKL Malioboro akan tetap dilaksanakan.

 Proses pemindahan lapak PKL menurutnya akan dilakukan mulai Rabu (26/01/2022) besok secara bertahap. Bahkan sebagian PKL sudah pindah mulai hari ini, Selasa (25/01/2022).

Sri Sultan menuturkan, relokasi terhadap PKL di kawasan Jalan Malioboro tetap akan dilaksanakan, karena pada dasarnya lorong dan trotoar Malioboro seharusnya tidak dipergunakan untuk berjualan PKL, karena dimiliki oleh pemilik toko dan Pemda DIY.

“Tempat itu (Selasar Malioboro) bukan milik dia (para PKL), milik toko dan pemerintah. Bukan untuk fasilitas kaki lima,” tegas Sri Sultan HB X seusai memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Daerah Triwulan IV Pemda DIY, di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Selasa (25/01/2022).

Adapun dua lokasi yang disiapkan adalah bekas Gedung Bioskop Indra dan eks kantor Dinas Pariwisata (Dispar) DIY. 

Ia menegaskan Penataan PKL Malioboro perlu dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke malioboro. 

Sri Sultan juga mengungkapkan, sebenarnya wacana relokasi PKL ini sudah bergulir sejak 18 tahun yang lalu, 

“Saya sudah nunggu 18 tahun,”tandas Sri Sultan.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan pedagang kaki lima (PKL) kawasan Malioboro meminta Pemerintah Daerah-Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menunda rencana relokasi yang akan dilaksanakan awal tahun 2022 ini. 

Ratusan PKL Malioboro menyampaikanaspirasinya tersebut dengan mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Yogyakarta, Senin (17/1/2022).

Ketua Asosiasi PKL Yogyakarta (APKLY), Wawan Suhendra mengatakan para PKL  yang selama ini mengantungkan nasibnya di kawasan Malioboro berharap, supaya kebijakan relokasi dapat ditinjau kembali. Menurutnya sudah ada wacana 1 hingga 7 Februari 2022 ini relokasi sudah dimulai.

Ia menandaskan, para PKL malioboro tidak menolak relokasi, namun meminta reloksi ditunda dan tidak dilaksanakan tahun ini karena masih dalam masa pemulihan ekonomi,

“Kami tidak menolak (direlokasi), kami hanya minta ditunda jangan tahun ini,” ujarnya. (kt1)

Redaktur: Faisal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.