Sejak Tengah Malam Gempa Susulan Guncang Cianjur Beberapa Kali, Banyak Warga Tidur di Jalan

gempa cianjur
Puing-puing rumah warga Cianjur yang roboh akibat gempa pada Senin (21/11/2022) lalu. Foto: Rais

CIANJUR – Beberapa kali gempa susulan Kembali mengguncang wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (25/11/2022).

Sejak tengah malam hingga dini hari terjadi gempa yang membuat warga yang masih trauma memilih tidur di pinggir jalan atau tempat lapang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, guncangan paling besar terjadi pada Jumat (25/11/2022) sekitar pukul 01.44 WIB dengan kekuatan gempa mencapai 4,1 magnitudo.

Setelahnya, masyarakat juga dibuat panik ketika tiga gempa berkekuatan di atas M 3 terjadi secara berturut-turut sejak pukul 03.51 WIB hingga pukul 04.15 WIB atau hanya dalam kurun waktu kurang dari setengah jam.

Mengutip catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada Pukul 01.02 WIB, dengan kekuatan  1,6 magnitudo. Kemudian berturut- turut terjadi pada Pukul 01.08 WIB, 1,7 magnitudo; Pukul 01.28 WIB 1,4 magnitudo; Pukul 01.31 WIB 1,7 magnitudo.

Selanjutnya pada Pukul 01.35 WIB M 2,1 magnitudo; Pukul 01.44 WIB 4,1, magnitude; Pukul 01.58 WIB 1,2 magnitudo; Pukul 02.58 WIB M 1,9 magnitudo; Pukul 03.21 WIB 2,9 magnitudo; Pukul 03.42 WIB 1,5 magnitudo; Pukul 03.51 WIB 3,4 magnitudo; Pukul 03.58 WIB M 3,2 magnitudo; Pukul 04.05 WIB 3,2 magnitudo.

Di sisi lain Gempa bumi yang mengguncang Cianjur pada Senin (21/11/2022) lalu, . Gempa berkekuatan 5,6 magnitudo tersebut menelan ratusan korban jiwa.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 272 orang meninggal dunia. Data tersebut berdasarkan proses pencarian yang dilakukan oleh tim evakuasi yang dilaksanakan pada Kamis, 24 November 2022.

Upaya evakuasi terhadap korban masih terus dilakukan tim gabungan BASARNAS, TNI, POLRI, dan relawan. Selain itu, bantuan dari pemerintah untuk korban di pengungsian juga terus didistribusikan. Namun, informasi yang diterima contributor jogjakartanews di Cianjur, ada Sebagian kecil wilayah yang masih belum tersentuh bantuan secara optimal.

Salah satunya adalah wilayah Kampung Pasir Ipis, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Wilayah tersebut memang sulit dilalui kendaraan, terutama roda 4. Akses jalan menuju Kampung Pasir Ipis terbilang pelosok karena berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Cianjur. Kontur jalan yang menanjak serta harus melewati kebun teh, membuat pembawa bantuan ke desa yang berada di kawasan kaki Gunung Pangrango itu kesulitan. (kt4/rwt)

Redaktur: Faisal

60 / 100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.