Siap Hadapi Ancaman Krisis Global, Kampung Sapen Kian Mantapkan Diri Sebagai Kampung Berwawasan Dunia

Kampung Sapen
Anak-anak kampung sapen belajar bahasa Inggris bersama volunteer mahasiswa UKDW Yogyakarta. Foto: ist

YOGYAKARTA –  Kampung Sapen, Demangan, Gondokusuman, Kota Yogyakarta terus berbenah menjadi kampung berwawasan  dunia. Setelah  menjadi rolemodel kampung Inggris, Kampung Sapen yang juga merupakan Kampung Baca, Kampung Tangguh Bencana akan bersiap menjadi kampung sayur untuk menjawab ancaman krisis pangan global.

“Sehingga sebagai kampung inggris, ketika kelompok taninya maju maka dapat menjawab persoalan persoalan pangan yang ada di wilayah dan dapat dipropagandakan ke seluruh dunia tentang strategi menghadapi ancaman pangan global dari Pemerintah Kota Yogyakarta,” ungkap Anggota DPRD Kota Yogyakarta sekaligus sebagai Ketua Kampung Sapen Antonius Fokki Ardiyanto S.IP kepada wrtawan, Minggu (15/01/2023).

Fokki menjelaskan, predikat Kampung Inggris sendiri mulanya ia usulkan dalam dua kali rapat kerja dengan Bagian Perekonomian, Pengembangan Aset Daerah, dan Kerjasama (P3ADK) Setda Kota Yogyakarta pada sekira pertengahan November 2019 silam.

Menurut Fokki, usulan Sapen menjadi Kampung Inggris di Kota Yogyakarta disampaikan setelah ia melihat potensi yang ada serta tantangan ke depan. Kemudian, dengan berkomunikasi dengan sesepuh, pengurus RT/RW berikut seluruh pemangku kepentingan di wilayah, maka  Kampung Sapen  membranding sebagai Kampung Inggris.

“Branding Kampung Inggris bukan berarti meninggalkan jati diri sebagai Orang Indonesia dan Jawa, tetapi dengan branding ini berusaha untuk menjadikan Kampung Sapen sebagai kampung yang masyarakatnya berwawasan dunia tanpa harus meninggalkan jati dirinya sebagai orang jawa. Ini proses yang panjang tetapi proses ini harus dimulai dan untuk memulai proses ini dibutuhkan kerja keras dan jejaring yang kuat dari semua pemangku kepentingan dan kebijakan yang ada,” ” tuturnya.

Fokki menjelaskan, Kampung Sapen yang  terus berkembang maju tak lepas dari dukungan semua stakeholders, seperti DPRD Kota Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta, serta Kampus-Kampus atau perguruan tinggi di Kota Yogyakarta.

Ia mengungkapkan, wilayah kampung yang terdiri dari beberapa RW dan RT dalam strategi pembangunan di Kota Yogyakarta telah menjadi pusat pembangunan.  Hal itu menurutnya sesuai dengan peraturan walikota tentang pembentukan pengurus kampung yang sebentar lagi didorong menjadi peraturan daerah.

“Artinya bahwa kampung sebagai pusat gerakan telah menjadi kebijakan yang harus disukseskan dan dipersiapkan dengan baik sehingga tujuan dalam membangun peradaban manusia dengan strategi ini dapat berhasil,” ujar anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta ini.

Dalam melihat arah kebijakan membangun peradaban di Kota Yogyakarta tersebut, Fokki optimis Kampung Sapen dengan predikat-predikat yang sudah ada, terutama predikat Kampung Inggris, bisa lebih maju. Menurutnya, dari jejaring dengan pemerintah dan badan usaha milik daerah telah masuk berbagai program di wilayah Kampung Sapen.

“Dari pelatihan bahasa inggris, pembentukan kampung tangguh bencana, kampung baca, jaga warga dan program program fisik lainnya. Ke depan kampung Sapen akan kami usulkan menjadi kampung sayuran untuk mendukung ketahanan pangan,” beber Fokki.

Terkait menuju Sapen sebagai Kampung Sayur, Fokki selaku anggota DPRD Kota Yogyakarta telah mendorong pengalokasian  APBD 2023.  Rencananya, dalam rapat dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Yogyakarta yang dijadwalkan Februari 2023 mendatang.

“Kami akan  mengusulkan supaya Kampung Sapen diikutkan dalam bimtek kampung sayur lanjutan dimana di Sapen ini sudah ada kelompok tani berdikari yang harus terus dibina,” tandasnya.

Disamping itu, dari hasil kerja sama dengan kampus kampus serta lembaga lembaga NGO di Kampung Sapen juga ada kursus kemampuan bahasa inggris untuk anak anak kampung sebagai dasar pengetahuan mereka menuju pergaulan dunia.

“Kalau mau gaul di dunia ya kuasai bahasa inggris,” ucapnya.

Sekarang di Kampung Sapen juga ada volunteer atau sukarelawan bernama Marifah mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana UKDW yang mendedikasikan diri untuk kemajuan Kampung Sapen dengan mengajar bahasa inggris bagi anak anak kampung.

“Semoga semakin banyak mahasiswa mahasiswa yang tergerak untuk membangun kampung di seluruh Kota Yogyakarta sebagai sukarelawan sehingga membangun peradaban dari kampung dapat segera terwujud,” harap Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Yogyakarta ini. (rd1)

Redaktur: Ja’faruddin AS

63 / 100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *