Minggu, 23/02/2014 09:40 WIB | Dibaca: 1228 kali

Bakat Peselancar di Kota Belalang Terabaikan


Ayong menepi usai berlatih surfing. Foto/aditya

GUNUNGKIDUL - Kota Belalang (Gunungkidul) memiliki banyak pantai yang menyuguhkan keindahan alam. Bahkan ada warga pesisir yang mempunyai bakat dan bercita-cita menjadi peselancar profesional. Tetapi karena keterbatasan biaya dan terabaikan dari perhatian pemerintah, cita-cita itu hanya rupanya hanya akan jadi mimpi semata.

Dia adalah Ayong siswa kela 4 SD Balong, Kecamatan Girisubo. Sejak usia dua tahun ia sudah bercengkerama dengan air laut, ketika bermain air laut Ayong selalu menangis jika diajak pulang orang tuanya Boimen (44) dan Sutarsi (43).

"Meskipun badan sudah menggigil kedinginan ia dulu nangis kalau kami paksa berhenti bermain air," ungkap Boimen kepada Jogjakartanews.com di sela-sela menunggui Ayong berlatif surfing di Pantai Wediombo, Girisubo, Minggu (23/2).

Begitu usia Ayong semakin dewasa, ungkap Boimen, anak kedua dari dua bersaudara itu bercita-cita menjadi atlet peselancar profesional. Namun karena keterbatasan biaya dan pengetahuan mengenai dunia surfing, Boimen membuatkan papan surfing dari kayu untuk berlatih anaknya.

"Dahulu hanya menggunakan alat seadanya, ada kayu ya dipakai ada sterofom juga dipakai," kenangnya.

Boimen mengatakan, jika sudah punya semangat pasti ada jalan. Beberapa waktu yang lalu ada wisatawan asing yang datang di Pantai Wediombo dan bermain surfing. Saat bermain surfing papannya patah, kemudian patahan papan surfing tersebut diberikan Ayong karena melihat Ayong bermain surfing hanya menggunakan alat seadanya.

"Sekarang kalau berlatih yang pakai papan dari turis (wisatawan asing) itu. Sampai saat ini belum ada perhatian dari pemerintah, ya kami berharap ada perhatian dari pemerintah supaya cita-cita anak saya tercapai," harapnya.

Sementara itu, Ayong mengaku selama ini hanya berlatih otodidak. Melihat para atlet peselancar di tv kemudian ia terapkan sendiri saat berlatih. Meski hanya menggunakan papan surfing bekas dari wisatawan asing ia mengaku sudah sangat bersyukur. "Kalau beli mahal, bapak belum mampu membelikan saya papan surfing. Dengan papan surfing ini sudah juga sudah bisa berlatih," ungkapnya lugu. (dit)

Redaktur: Azwar Anas


 





Baca Juga