Senin, 21/04/2014 12:48 WIB | Dibaca: 990 kali

7 Perempuan yang Disebut GKR Hemas sebagai Kartini-nya DIY


GKR Hemasmenyerahkan bantuan 7 Kartini DIY. Foto/mustakim

YOGYAKARTA - 135 tahun yang lalu RA Kartini dilahirkan. Hingga kini, perjuangannya masih kental di ingatan masyarakat Indonesia. Pada peringatan Hari Kartini di Kepatihan, GKR Hemas memberikan bantuan kepada 7 perempuan. Ketujuh perempuan tersebut dinilai memiliki perjuangan besar untuk keluarganya.

Tiga dari 7 perempuan tersebut adalah Rustinah seorang buruh cuci yang kini suaminya sedang menderita stroke. Tidak hanya itu mertua dan anak Rustinah juga mengalami autis. Tetapi Rustinah tetap berjuang untuk menghidupi keluarganya.

Berikutnya bernama Paijem (34). Paijem menderita tunadaksa dan menyandang status janda. Paijem harus mencari nafkah seorang diri dengan menanggung biaya pengobatan anaknya yang menderita hydrocephalus. Ketiga adalah Istikharah seorang guru swasta di sekolah perempuan. Istikharah menjadi kader sekaligus pelopor sekolah perempuan di desanya.

GKR Hemas berharap bangsa Indonesia bisa memetik dan meniru apa yang perjuangkan Kartini. "Akan baik bila hari Kartini juga digaung tak hanya di Jawa, tapi juga di seluruh Indonesia," kata Hemas seusai acara peringatan hari Kartini di Kepatihan, Senin (21/4/2014).

Hadir pula dalam acara tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan HB X. Dalam sambutan Sultan mengatakan, pendidikan yang diperjuangan Kartini yang sempat ditolak pemerintah Indonesia, layak untuk diteruskan. "Kartini merupakan salah seorang yang memperjuangkan hak-hak atas perempuan," ujar Sultan. (kim)

Redaktur: Azwar Anas

 


 



Terpopuler


Baca Juga