Marak Politik Uang, Bawaslu: Jika Perlu Pemerintah harus Merombak Sistem Pemilu


doc.istimewa

YOGYAKARTA - Pemilu 2014 menjadi keprihatinan bagi bangsa Indonesia. Di berbagai lini daerah banyak terjadi pelanggaran, termasuk halnya politik uang.

Menurut Dosen di Jurusan Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM Mada Sukmajati mengatakan, Pemilu 2014 ini banyak Caleg yang menggunakan uang untuk mencari masa sangat banyak. Misal, kata Mada, untuk sumbangan masjid, gereja, atau tempat ibadah lainnya.

"Mereka mencari dukungan pada kelompok tertentu. Terkadang, ada yang memanfaatkan isu primordial," kata Mada dalam diskusi Politik Bitingan dalam Pemilu 2014 di Kantor DPRD DIY, Sabtu (26/4/14) siang.
Mada menambahkan, politik uang nantinya akan berdampak pula pada kebijakan caleg terpilih nantinya, seperti kesehatan dan pendidikan. "Ini tidak baik bagi publik," ujarnya.

Ketua Bawaslu DIY, Mohammad Najib menambahkan, pemerintah harus segera memikirkan ulang sistem Pemilu. Menurutnya, peraturan yang ada saat ini masih terdapat sisi lemah untuk menindak para pelaku pelanggaran. "Termasuk pelaku money politic," tambah Najib. (kim)

Redaktur: Azwar Anas

 


 





Baca Juga