Rabu, 25/06/2014 02:00 WIB | Dibaca: 1771 kali

Tim Merah Putih Bantah Simpatisan Prabowo-Hata Picu Bentrokan


Pelantikan tim mereh putih DIY. Foto: doc/Istimewa

YOGYAKARTA - Tim Merah Putih DIY pendukung pasangan Capres-Cawapres Prabowo - Hatta Rajasa membantah simpatisannya melakukan pengrusakan dan memicu terjadinya keributan dengan massa pendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Bantahan tersebut terkait adanya pemberitaan di beberapa media yang menyebutkan bahwa massa dari PPP dalam perjalanan menghadiri kampanye terbuka di Lapangan Pendowoharjo, Bantul sempat melakukan perusakan posko PDIP di sejumlah titik seperti di Brontokusuman, Sugeng Jeroni, dan Mantrijeron. Bahkan diberitakan ada posko dan rumah warga biasa yang dilempari batu.

"Kampanye di Lapangan Pendowoharjo Bantul yang dihadiri raja Dangdut Rhoma Irama sebenarnya berlangsung aman dan lancar. Kami mencatat yang datang kurang lebih 15.000 simpatidan dari partai pendukung di koalisi Merah Putih. Kampanye atau rapat umum terbuka berlangsung tertib sejak acara keberangkatan hingga usai. Tidak ada bentrokan massa, apalagi pengrusakan yang dilakukan oleh simpatisan Prabowo-Hatta" tulis Kader Partai Gerindra Sleman, Subandi mengutip siaran pers resmi dari Tim Merah Putih, Selasa (24/06/2014) malam.

Menurut Press Release Tim Merah Putih yang diketuai mantan wali Kota Jogja, Hery Zudianto, kericuhan terjadi justeru setelah selesai acara dan karena provokasi pihak kubu lain.

"Mereka yang melakukan penghadangan sewaktu keberangkatan dan kepulangan dengan melakukan pelemparan batu di beberapa titik keberangkatan dan kepulangan. Kami sangat keberatan dengan tuduhan bahwa massa Tim Pemenangan Merah Putih Prabowo-Hatta melakukan tindakan kekerasan dalam berbagai tempat di Yogyakarta," demikian dikutip dari press release yang diterima jogjakartanews.com, Selasa (24/06/2014).

Menurut versi Tim Merah Putih, kronologi kejadian adalah setelah kampanye usai dan massa hendak pulang ke rumah masing-masing dilempari batu oleh kelompok kubu Jokowi-JK di beberapa tempat mulai Jalan Mataram, Museum Perjuangan, Muja-muju, Rejowinangun, Hotel Zodiac.

"Inilah yang mengakibatkan massa pendukung Prabowo-Hatta terpancing untuk membalasnya. Dan kemudian timbul kerusuhan menyebar dibeberapa titik dan meluas melibatkan massa yang lebih besar. Kami juga melihat bahwa provokasi yang dilakukan oleh massa tim lain terlihat berlebihan, bahkan sampai menghancurkan motor dan mobil milik tamu hotel Zodiac, serta melakukan pembacokan terhadap massa pendukung Prabowo-Hatta. Hingga saat ini korban masih dirawat di RS. Ludiro Hususodo," demikian tertulis dalam release.

Selain itu ditegaskan Tim Merah Putih, pelaksanaan kampanye sudah menjadi kesepakatan bersama di Komisi Pemilihan Umum (KPU), bahwa pada 25 Juni 2014 adalah jadwal tim Prabowo-Hatta berkampanye di Yogyakarta.

"Ini sudah dilanggar oleh tim mereka yang menggelar kirab budaya, kemudian berdampak pada gesekan massa. Kami minta dengan tegas, KPU, Bawaslu dan Kepolisian untuk melakukan evaluasi dan melihat kembali penataan jadwal kampanye di Yogyakarta agar tidak terjadi bentrokan massa," tegas Tim Merah Putih.

Tim Merah Putih juga menghimbau kepada masyarakat dan Media untuk melihat kejadian bentrokan secara objektif dan tidak memojokkan simpatisan Prabowo-Hatta.

"Fakta di lapangan adalah tim mereka yang melakukan provokasi terlebih dulu dan kami bisa membuktikannya bahwa mereka sengaja memancing kerusuhan. Kami akan menuntut balik secara hukum atas korban-korban yang terjadi di massa kami, dalam kasus kekerasan yang mereka lakukan selama ini," demikian kutipan siaran pers resmi Tim Merah Putih. (yud)

Redaktur: Rudi F

 


 



Terpopuler


Baca Juga