Kamis, 12/03/2015 06:40 WIB | Dibaca: 715 kali

Terkait WNI yang Hilang, BNP2TKI Akan Minta Pertanggungjawaban Agen


Nusron Wahid. Foto: Doc/bnp2tki

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid langsung menginstruksikan anak buahnya untuk mengunjungi keluarga korban Anak Buah Kapal (ABK) yang hilang di Kepulauan Falkland, Inggris Raya, sekitar Samudera Atlantik pada 26 Februari lalu. Selain mengunjungi keluarga korban, BNP2TKI juga segera memanggil agen yang memberangkatkan ABK tersebut untuk dimintai pertanggungjawaban.

Berdasarkan penelusuran BNP2TKI, dari 21 WNI yang ada di kapal Taiwan Hsiang Fu Chuen itu, 20 sudah jelas identitasnya berdasarkan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN). Sementara satu ABK yakni Umar Mian tidak terdapat dalam KTKLN. “Begitu teridentifikasi, saya langsung perintahkan agar BNP2TKI atas nama pemerintah mengunjungi keluarga. Ini penting sebagai bentuk kehadiran pemerintah atas apa yang dihadapi rakyatnya. Dan PT serta agennya kita segera panggil untuk tanggungjawab,” kata Nusron Wahid, Rabu (11/3/2015).

Nusron menjelaskan, 20 ABK yang sudah teridentifikasi berdasarkan KTKLN serta Negara penempatannya adalah Ruwah Santoso dari Pemalang,  Saefudin dari Brebes, Mochamad Fauzian dari Tuban, Muhammad Husyen Thobroni dari Tuban, Norlan Mikhael Ipol dari Manado, Reven Mandalika dari Manado, Didi Nurefendi dari Pemalang, Jimi Manopo dari Pemalang, Abdul Sony dari Pemalang, Indra Aprilianto dari Brebes, Multadi dari Tegal, Jamal dari Brebes, Taryono dari Brebes, Didin Safrudin dari Majalengka, Muhammad Rahman Gurling dari Brebes, Anton Wartono dari Majalengka, Wahyudi dari Banyumas, Ahmad Sobirin dari Tegal, Tohir dari Cirebon, dan Mif Aziz Musthofa dari Tegal.

“Jabatan mereka antara lain sebagai Able Body Seaman, Deckhand, Decorator,” ujarnya. Adapun PT yang memberangkatkan mereka adalah Bima Samudra Bahari 4 orang, Mutiara Jasa Bahari 3 orang, Binar Jaya Pratama 3 orang, Media Maritim Tegal 3 orang, Seva Jaya Bahari 2 orang, dan  Puncak Jaya Samudera 2 orang.

“TKI lainya sedang dicari datanya untuk disinkronkan dengan data data yang dimiliki oleh Kementerian Luar Negeri,” pungkasnya. (Why)

Redaktur: Yudi


 





Baca Juga