Senin, 13/04/2015 20:45 WIB | Dibaca: 929 kali

Antisipasi Kecurangan UN, Forpi Pakta Integritas Siap Layani Aduan


Sejumlah siswa tengah mengikuti UN secara online. Foto: doc/forpi
YOGYAKARTA - Pada hari pertama pelaksanaan UN di Kota Yogyakarta, Forum Pemantau Independen (Forpi) Pakta Integritas Kota Yogyakarta melaksanakan pemantauan terkait dengan pelaksanaan Ujian Nasional untuk tingkat SMA atau sederajat di Kota Yogyakarta, Senin (13/04/2015). Pemantauan pada hari pertama itu dilakukaan di 3 SMK Swasta yang ada di Kota Yogyakarta
 
"Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan bahwa pelaksanaan UN dapat berjalan dengan tertib dan lancar, serta segala kebutuhan peserta UN terpenuhi termasuk peserta ujian yang berkebutuhan khusus. Selain itu pemantauan ini dilakukan untuk memastikan bahwa pelaksanaan pakta integritas yang ditandatangi oleh penyelenggara dapat dilakukan sebagaimana mestinya," kata koordinator Forpi, Winarta dalam keterangan pers kepada jogjakartanews.com.

Menurut Winarta, setidaknya ada beberapa hal yang dapat disimpulkan Forpi dari hasil pemantauan di hari pertama.

Pertama, sejumlah siswa mengaku tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal-soal termasuk tidak ada soal-soal yang tidak atau kurang jelas.

Kedua, terdapat beberapa peserta ujian yang difable atau memiliki kebutuhan khusus (tuna rungu, autis, low vision, dan psikomotorik).

Ketiga, adanya keterlambatan terkait dengan proses sinkronisasi soal-soal.

Keempat, ada sejumlah siswa yang mengalami kesulitan dalam login, namun peserta ujian tetap mengikuti ujian pada sesi tersebut (sesi pertama). "Beberapa sekolah mengaku kesulitan dalam anggaran untuk pelaksanaan UN," pungkas Winarta.

Kelima, sekolah berharap adanya bantuan anggaran dari pemerintah terkait dengan perangkat komputer dan komputer tersebut diharapkan tidak hanya digunakan hanya pada saat UN berlangsung, namun juga dapat digunakan selain UN.

Keenam, si satu sekolah jaringan sempat mengalami gangguan (error), padahal para peserta UN sudah menunggu sejak pukul 06.30 WIB. Peserta ujian yang berjumlah 20 siswa seharusnya mengikuti pada sesi pertama, namun harus menunggu pada sesi ketiga (jam 14.00 - 16.00 WIB)

"Akibat dari jaringan error ini beberapa peserta mengaku semangatnya berkurang dan malah bikin ngantuk karena lama menunggu dan beberapa peserta ujian sempat pulang ke rumah, namun pihak sekolah menyediakan makan siang bagi peserta ujia," ungkapnya.
 
Karena itu, Forpi Pakta Integritas Kota Yogyakarta, menurut Winarta, siap menerima aduan terkait pelaksanaan UN jika masyarakat maupun peserta UN menemukan adanya kecurangan-kecurangan dalam pelaksanaan UN. Aduan dapat disampaikan ke Sekretariat Forpi Pakta Integritas Kota Yogyakarta, Komplek Balai Kota Yogyakarta, dapat disampaikan melalui email forpijoga@yahoo.com atau nomor aduan 081392678900. (pr)
 
Redaktur: Aristianto Z.

 


 





Baca Juga