Selasa, 05/05/2015 16:16 WIB | Dibaca: 1124 kali

Listrik Naik Lagi, Pemerintah Disebut Keblinger


ilustrasi

YOGYAKARTA - Rakyat Indonesia kembali diuji kesabarannya oleh pemerinntahan Jokowi - JK. Setelah sebelumnya pada bulan April pemerintah menaikkan harga BBM, kini giliran tarif listrik yang naik terhitung mulai dari bulan Mei 2015. Kebijakan ini dinilai akan kembali menyeret kenaikan harga bahan-bahan pokok. Padahal harga-harga kebutuhan pokok saat ini sudah sangat memberatkan rakyat. Hal itu sebagaimana diungkap pengamat AEPI Jakarta, Salamuddin Daeng kepada Jogjakartanews.com, Selasa (05/05/2015).

"Kenaikan tarif listrik yang dilakukan PLN adalah kebijakan yang keblinger. Alasan yang digunakan PLN seperti nilai tukar rupiah terhadap USD, ICP dan inflasi adalah alasan yang mengada-ada. Sejauah ini tidak ada transparansi di PLN terkait mengapa HPP listrik PLN menjadi yang termahal di dunia, sementara harga minyak telah turun sedemikian besar," tegas Salamuddin.

Menurut Salamuddin, seharusnya yang dilakukan oleh pemerintah adalah membenahi manajemen PLN yang buruk, mengurus utang luar negeri yang kian besar dan menumpuk, serta operasional yang tidak efien. "Terlalu banyak pemain dibalik kekuasan Pemerintahan Jokowi yang terlibat lagsung dalam bisnis listrik. Kenaikan harga listrik akan menguntungkan mereka, menimbun uang diatas penderitaan rakyat," pungkasnya.

Ia juga menuding para pelaku bisnis listrik di sekitar kekuasaan Jokowi - JK telah membawa PLN pada liberalisasi dan memanfaatkan liberalisasi tersebut untuk menggerogoti PLN. Mereka dianggap hanya memgejar harga yang setingi tingginya agar dapat menjual listrik mahal ke PLN dan selanjutnya ke rakyat dengan harga tinggi.

Kebijakan Kenaikan harga listrik ini ditenggarai untuk memaksakan ambisi Presiden Jokowi mengejar investasi luar negeri masuk ke sektor listrik. Harga yang tinggi akan menjadi motivasi utama investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. "Lalu dimana tanggung jawab negara yang diamatkan konstitusi?" tanya Salamuddin mengkritisi pemerintah

Lebih lanjut ia menambahkan kenaikan harga energi BBM dan listrik secara bertubi-tubi merupakan cara paling efektif untuk membangkrutkan industri nasional dan sekaligus mematikan rakyat yang sedang sekarat. Situasi kebangkrutan akan mempercepat penguasaan asing atas kekayaan ekonomi nasional. (Bah)

Redaktur: Herman Wahyudi


 





Baca Juga