Jumat, 24/07/2015 11:51 WIB | Dibaca: 1027 kali

Ferdinad: Selama Ini Freeport Menginjak-Injak Hukum di Indonesia


Ferdinand Hutahean

JAKARTA - Ijin ekspor konsentrat Freeport akan segera berakhir, dan hampir pasti pemerintah akan memperpanjang ijin ekspor tersebut tanpa adanya kemajuan signifikan terhadap MoU (Kontrak,red) Pemerintah dengan Freeport.

Hal itu dikemukakan Pengamat Energi dan Pertambangan, Ferdinand Hutahean dalam keterangan persnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (24/07/2014).

“Apa progres yang dicapai pemerintah saat ini? nol besar. Kita hanya dijadikan objek kebodohan oleh Freeport, dimana smelter yang diwajibkan oleh UU Minerba? kenapa pemerintah membiarkan Freeport menginjak injak hukum dinegara ini?” tanya Ferdinand yang Direktur Energy Watch Indonesia (EWI).

Ditegaskan  Ferdinand, Jika pemerintah tidak lagi mampu melindungi tumpah darah Indonesia dari penghinaan asing, sebaiknya pihak-pihak yang bertanggung jawab mengurus dan mengeluarkan ijin ijin Freeport ini segera mengundurkan diri dan meletakkan jabatannya,

“Sumber Daya Alam Papua diberikan Tuhan untuk Indonesia dan untuk rakyat Papua secara khusus, bukan untuk bangsa asing. Sampai saat ini bangsa kita tidak mendapat manfaat dari keberadaan Freeport, deviden sudah 3 tahun tidak diberikan, jadi untuk apa Freeport dipertahankan? apakah bangsa kita akan tetap bodoh dihadapan asing?” tandasnya.

Lebih lanjut dikatakan Ferdinand, kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) harusnya bisa lebih berani dan lebih tegas kepada Freeport. Sebab, kata dia, Indonesia yang dihuni 250 Juta penduduk, bukan negara pribadi yang pejabatnya bekerja hanya untuk pribadi dan kelompok.

“Jangan jadi pejabat di negara ini tapi mengabdi untuk bangsa asing, ini tidak boleh dibiarkan terus terjadi,” tukasnya.

“Kami minta dengan tegas, agar ijin eksport konsentrat Freeport yang akan diperpanjang lagi supaya dikenakan bea keluar minimal15%, jika Freeport tidak bersedia, ya sudah kontraknya jangan diperpanjang lagi, jangan takut dengan Amerika dan Freeportnya, mereka yang butuh Indonesia bukan Indonesia yang butuh Freeport, jangan biarkan bangsa ini dibodohi asing,” tegasnya. (pr/lia)

Redaktur: Rudi F


 





Baca Juga