Rabu, 26/08/2015 12:47 WIB | Dibaca: 2385 kali

Taruna AAL Tingkat IV Praktek Senjata Strategis KRI


Para Taruna AAL saat lattek mesin diesel di Laboratorium Teknik AAL Bumimoro, Surabaya. Foto: doc/kabagpen

SURABAYA - Sebanyak 35 orang Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) tingkat IV  korps Pelaut melaksanakan latihan dan praktek kesenjataan strategis di Komando Armada RI Kawasan Timur, Selasa (25/08/2015). Sejumlah taruna tersebut  melaksanakan latihan dan praktek berbagai kesenjataan, antara lain Senjata Bawah Air dan Senjata Atas Air selama sepuluh hari di KRI Abdul Halim Perdana Kusuma-355, KRI Frans Kaisiepo-368, KRI Layang-805, dan di kapal selam KRI Cakra-401.

Selain di kapal perang, para taruna angkatan ke-61 tersebut juga melaksanakan latihan dan praktek di Arsenal serta di Laboratorium Induk Senjata (Labinsen) TNI AL di Surabaya. Tujuan lattek tersebut adalah untuk mempraktekkan berbagai pelajaran teori yang telah mereka pelajari di kelas agar memahami tugas-tugas Perwira Divisi Navigasi, Komunikasi, Senjata Atas Air, Senjata Bawah Air, dan Pusat Informasi Tempur pada KRI tipe korvet dan fregat.

"Intinya adalah mendidik taruna menjadi Perwira TNI AL yang memiliki profesionalisme matra laut dengan pengetahuan dan keterampilan manajemen pertahanan matra laut, sehingga dapat melaksanakan tugas sebagai Perwira Divisi Navigasi, Komunikasi, Senjata Atas Air, Senjata Bawah Air, dan Pusat Informasi Tempur di KRI yang terbaru, baik buatan luar negeri seperti KRI Frans Kaisiepo-368 jenis korvet kelas Sigma buatan Belanda, maupun buatan dalam negeri seperti KRI Layang-805 merupakan kapal ketiga dalam seri FPB57 Nav V yang dirancang dan dibangun sepenuhnya oleh PT. PAL Indonesia, Surabaya untuk TNI Angkatan Laut," demikian disampaikan Kagabpen AAL, Letkol Laut (KH) Abdul Kadir dalam rilis yang dikirimkan kepada Jogjakartanews.com.

Sementara itu, sebanyak 13 orang Taruna AAL tingkat IV korps Teknik melaksanakan latihan dan praktek mesin diesel di laboratorium Teknik AAL Bumimoro Surabaya. Setelah melaksanakan lattek tersebut, para taruna mampu melaksanakan tugas sebagai Asisten Kepala Divisi Mesin pada KRI tipe korvet dan fregat.

Sedangkan korps Suplai sebanyak sembilan orang taruna melaksanakan latihan dan praktek di salah satu bank terkemuka di Surabaya. Sebelumnya, korps Suplai telah melaksanakan lattek manajemen di perusahaan swasta nasional di Surabaya. Setelah melaksanakan lattek tersebut diharapkan mampu melaksanakan pengurusan dan administrasi keuangan dan membuat pertanggungjawabannya. Selain itu juga mampu melaksanakan pengurusan dan administrasi bekal material serta bekal personel sesuai prosedur perbekalan di kapal dan di darat.

"Mampu melaksanakan administrasi umum, memahami dan dapat melaksanakan tugas sebagai Asisten Kepala Departemen Logistik tipe korvet dan fregat," tutup rilis. (pr)

Redaktur: Aristianto Z.


 





Baca Juga