Senin, 04/01/2016 17:06 WIB | Dibaca: 1326 kali

Terkait Kasus Bansos Sumut, GERAK Desak KPK Tangkap Paloh dan Prasetyo


Aksi massa GERAK di depan gedung KPK. Foto: grk

JAKARTA - Seratusan massa dari Gerakan Rakyat untuk Keadilan (GERAK) melakukan aksi demonstrasi di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (04/01/2016). Mereka mendesak agar KPK yang baru berani mengambil Alih kasus dana Bantuan Sosial di Sumatera Utara, yang ditangani Kejaksaan Agung.

Massa GERAK yang datang dengan menumpangi 6 Kopajatersebut juga mendesakKPK memanggil Jaksa Agung Prasetyo dan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh karena karena diduga tersangkut dalam kasus tersebut.

Kordinator Lapangan GERAK Ello Ahmad dalam orasinya mengatakan, keterlibatan Prasetyo terlihat dari pengakuan istri Gatot, Evy Susanti yang memberikan sejumlah uang senilai USD 20 ribu melalui mantan Sekjen Nasdem Patrice Rio Capella agar mau membantu mengamankan penanganan kasus Bansos Sumut di Kejaksaan Agung. 

“Seharusnya dari pengakuan terdakwa Evy dan Rio sudah bisa dijadikan bukti petunjuk untuk memulai penyelidikan. Untuk itu, sudah sepatutnya KPK memeriksa Prasetyo dan Surya Paloh. KPK harus berani periksa keduanya karena diduga terlibat kasus dana bansos Sumut," tandasnya 

Selain berorasi, massa aksi membawa Pocong-Pocongan sebagai simbol telah matinya hati nurani KPK, karena dinilai tidak memiliki keberanian dalam memberantas dugaan korupsi dana Bansos Sumut dan mengambil Alih Kasus ini dari Kejaksaan Agung.

“GERAK mendesak pimpinan KPK yang baru  agar berani mengambil alih kasus dana bansos sumut dan tetapkan Surya Paloh dan HM Prasetyo menjadi tersangka. Mendesak kepada Presiden Jokowi agar meresuflle HM Prasetyo dari Jabatannya sebagai Jaksa Agung RI karena terbukti raportnya merah seperti penilaian Kemenpan RB RI,” pungkasnya. (kt3)

Redaktur: Rizal

 


 





Baca Juga