Cholid Mahmud: Kecelakaan di JAS 2016 Jangan Jadi Penghalang Gelar Event Tahunan


Cholid Mahmud. Foto: cholidmahmud.com

YOGYAKARTA – Peristiwa meninggalnya seorang atlet penerjun payung putri Wika Milati Mulaningtyas (24) dalam event Jogja Air Show (JAS) 2016 di Pantai Depok, Bantul, mendapat perhatian  Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)  RI Cholid Mahmud. Ia menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga Korban.

“Tidak ada orang yang memiliki rencana untuk celaka. Begitu juga dalam gelaran olahraga kedirgantaraan, Jogja Air Show, kemarin. Yang namanya musibah itu bisa terjadi dimana saja dan kapan saja, karena semuanya kehendak Tuhan,” kata Cholid pada wartawan saat reses membahas optimalisasi dana desa pada kepala desa se-DIY di Gedung Serbaguna Blok O Komplek Lanud Adisucipto Yogyakarta, Senin (28/03/2016).

Menurutnya kecelakaan dalam event tahunan yang yang diselenggarakan tiga hari, 25-27 Maret 2016 kemarin, menjadi pelajaran dan bahan evaluasi agar ke depan tidak terjadi lagi hal serupa. Cholid juga menilai persiapan yang dilakukan panitia JAS sudah optimal, termasuk soal keamanan dan keselamatan. 

"Saya kira dari sisi teknis pastinya ada penyelidikan yang dilakukan, apa sebabnya dan sebagainya, namun yang terpenting adalah bagaimana kita mengambil pelajaran dari kejadian ini," ujar salah satu senator di Senayan yang mewakili DIY ini.

Menurut Cholid, musibah yang terjadi dalam event itu jangan menjadi menghalang untuk mengelar event selanjutnya.  Musibah itu, kata dia,  bukan alasan untuk menghambat kreatifitas dan pengembangan olah raga kedirgantaraan.

“Jangan sampai menghalangi untuk melakukan inisiatif-inisiatif baru. Kedepan, silahkan kembali dilakukan dengan belajar pengalaman-pengalaman sebelumnya," katanya. 

Dikatakan Cholid, selain untuk mengenalkan olahraga kedirgantaraan, event tahunan JAS juga memiliki manfaat untuk perkembangan dunia pariwisata di DIY.

“JAS itu juga menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung. Selain itu, minat olahraga kedirgantaan tetap tumbuh pada generasi muda, meski olahraga itu penuh resiko,” pungkasnya.

Sekadar mengingatkan, Wika yang sudah banyak meraih prestasi dalam olah raga terjun payung, meninggal saat beraksi di hari kedua JAS. Diduga karena faktor alam, pendaratan yang dilakukan Wika tidak sempurna, sehingga jatuh ke laut dan digulung ombak. (kt1)

Redaktur: Rizal


 





Baca Juga