Jumat, 12/08/2016 19:55 WIB | Dibaca: 968 kali

Produksi Petani Terus Terpuruk, Indonesia Impor Tembakau


iluatrasi. doc:ist

YOGYAKARTA – Produksi petani tembakau Indonesia masih kalah dengan Negara-negara lain. Salah satu faktornya  karena pengelolaannya masih tradisional dan adanya perubahan cuaca yang ekstrem, seperti musim kemarau basah saat ini yang menyebabkan kerugian petani.

"Tahun ini petani tembakau tak mengeyam keuntungan. Kasihan petani karena cuaca kemarau basah ini tidak menguntungkan petani tembakau. Produksi dari petani tembakau juga menurun tahun ini,"  ungkap Peneliti Magister Ekonomika Pembangunan (MEP) UGM, Dr. Wahyu Widayat, belum lama ini.

Wahyu juga menyampaikan kebutuhan tembakau di Indonesia sekitar 300.000 ton pertahun. Padahal, sejak tahun 2010 hingga saat ini, produksi tembakau yang dihasilkan belum mencapai 200.000 ton pertahun.

"Akibatnya apa, impor. Karena industri-industri yang membutuhkan bahan baku tembakau kekurangan bahan. Mau tidak mau, suka tidak suka, harus mendatangkan dari negara lain," tandasnya.

Hasil penelitian yang dilakukan MEP, kata Wahyu, mendorong pemerintah untuk membangun kemintraan antara petani tembakai dengan pelaku usaha. Tujuannya, untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman tembakau, serta menjamin akses pasar serta jaminan harga sesuai kualitas bagi petani tembakau.

"Kemitraan itu bisa dilakukan dengan banyak cara, misal kontrak antara petani tembakau dan pelaku usaha, pemasok ataupun pabrikan tembakau. Ini untuk menjamin kepastian kedua belah pihak agar sama-sama menguntungkan," jelasnya.

Wahyu juga menyampaikan supaya pemerintah melaksanakan peraturan menteri keuangan nomor 28/PMK.07/2016 untuk mengalokasikan dan mengoptimalkan DCH CHT untuk mendukung pertanian tembakau Indonesia dan petani tembakau.

"Hasil penelitian ini dapat memberi gambaran utuh mengenai pertanian dan tata niaga tembakau Indonesia, sehingga mampu membantu seluruh pemangku kepentingan untuk mengambil upaya dan kebijakan yang tepat guna melestarikan komoditas tembakau dan melindungi petani tembakau," pungkasnya. (dan)

Redaktur: Rudi F

 


 





Baca Juga