Wakil Perdana Menteri China Tawarkan direct flight Shanghai-Yogyakarta


Wakil Perdana Menteri Cina, Liu Yandong saat pertemuan dengan Sri Sultan HB X. Foto: Ist

YOGYAKARTA –  Wakil Perdana Menteri Cina, Liu Yandong menawarkan adanya direct flight (penerbangan langsung) apabila bandara internasional baru di Kulonprogo sudah siap dioperasikan. Tawaran tersebut disampaikan Liu Yandong kepada Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam pertemuan usai menghadiri Pembukaan The 14th International Inter- Ministerial Conference on Population and Development di Hotel Hyatt, Selasa (28/11/2017).

Menurut Kepala BKPM DIY Drs. Totok Prianamto, dalam courtesy call dengan Sri Sultan, Liu Yandong menyinggung mengenai pembangunan Bandara baru yang ada Di Kulonprogo,

“Diharapkan wisatawan dari Tiongkok akan lebih banyak lagi berkunjung ke DIY, karena hampir 200 juta wisatawan Tiongkok sudah datang ke Indonesia,” kata Totok menyampaikan harapan Liu Yandong.

Dalam pertemuan tersebut Liu Yandong juga menyampaikan antara  Shanghai dan Yogyakarta  sudah menjalin kerjasama yang sudah ditandatangani di dalam MoU mengenai pendidikan, pariwisata serta kebudayaan. Dia menginginkan ke depan hal itu akan diimplementasikan untuk lebih mendekatkan hubungan kedua masyarakat, DIY dan Shanghai.

Selain itu, Totok menginformasikan, dalam pertemuan disinggung pula mengenai rencana rumah budaya Shanghai yang berada di Ketandan Yogyakarta,  yang diharapkan untuk bisa menjadi wahana komunikasi kedua masyarakat.

“Liu Yandong menawarkan juga adanya beasiswa untuk belajar ke Tiongkok dan guru-guru Mandarin untuk belajar bahasa Indonesia,” ungkapnya.

Gubernur DIY  mengapresiasi gagasan Liu Yandong.  Sri Sultan setuju agar diadakan pelatihan bahasa baik bahasa Mandarin maupun bahasa Indonesia sebagai sarana untuk kegiatan di rumah budaya di Ketandan.

Dalam kesempatan tersebut  juga sempat diperbincangkan pula kaitannya dengan hubungan kedua negara yang selama ini ditandai dengan kunjungan Presiden RI Joko Widodo yang sudah lima kali mengadakan lawatan ke China.

“Dalam hal ini jalur sutera dan poros maritim menjadi perhatian kedua Negara,” katanya sebagaimana dikutip dalam pers rilis Humas Pemda DIY. (kt1)

Redaktur: Rudi F


 





Baca Juga