BMKG Prediksi Badai Cempaka Masih Aktif, Kodim 0734 Yogyakarta Buka Posko Siaga Bencana


Longsor di bantaran Sungai Code di Kota Yogyakarta akibat cuaca ekstrim. Foto: ist/dim

YOGYAKARTA - Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menyatakan seluruh wilayah Daerah Istimewa saat ini dalam kondisi siaga darurat bencana. Hal itu dinyatakan Sultan saat mengunjungi pengungsi Banjir di wilayah Kebonagung, Kecamatan Imogiri, Bantul, Rabu (29/11/2017).

Pernyataan Sri Sultan berdasarkan informasi BMKG yang memprediksi siklon (badai) tropis Cempaka masih aktif meski cenderung melemah.

Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta Djoko Budiyono mengatakan, intensitas hujan akibat adanya Badai Cempaka cukup tinggi. Distribusi air hujan berkisar 101-150 milimeter. Curah hujan tertinggi terjadi di Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul yaitu lebih dari 200 milimeter.

"Diperkirakan dua hingga tiga hari kedepan masih tinggi, karena Badai Tropis Cempaka diprediksi masih aktif," katanya.

Menurutnya, badai Cempaka ini timbul karena adanya area belokan angin yang menyebabkan pertumbuhan awan hujan. Akibatnya, kata dia, udara di sekitar DIY khususnya menjadi sangat tidak stabil. Sejauh ini, dampak badai tersebut menelan tiga korban jiwa meninggal dunia tertimpa longsor akibat cuaca ekstrim di Kota Yogyakarta.

Menindaklanjuti status siaga darurat bencana yang dinyatakan Gubernur DIY, Komandan Kodim 0734/Yogyakarta, Letkol Inf Rudi Firmansyah, S.E., M.M. memerintahkan Pasi Ops Letnan Satu Yohanes agar segera membuka posko siaga bencana di Makodim dengan memaksimalkan seluruh anggota yang ada.

Selain itu Komandan Kodim 0734/Yogyakarta juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada,

"Setidaknya dua hingga tiga hari kedepan akibat cuaca ekstrim yang sedang terjadi," imbau Dandim 0734, Kamis (30/11/2017).

Dandim juga menginstruksikan agar prajurit jajaran Kodim 0734 senantiasa siap siaga selama 24 jam untuk mengantisipasi adanya korban jiwa ketika terjadi bencana seperti peristiwa tanah longsor di Pringgokusuman, Gedongtengen, Kota Yogyakarta kemarin.

"Prajurit juga harus selalu siaga setiap saat, guna menghindari jatuhnya korban jiwa dan membantu masyarakat yang terdampak bencana,” tegas Letkol Inf Rudi Firmansyah. (kt1)

Redaktur: Rudi F

 


 





Baca Juga