Prihatin Kondisi Korban Bencana di Pacitan, Alumni Gladiol 92 Sumbang Bantuan


Sri Retno Dhewanti memberikan bantuan untuk korban bencana di Pacitan. Foto: doc/onet

PACITAN – Selain di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), korban bencana banjir dan tanah longsor dampak siklon tropis Cempaka di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, masih memprihatinkan. Akibat bencana yang terjadi Senin (27/11/2017) lalu, warga belum bisa bekativitas normal hingga saat ini.

Terpanggil meringankan beban korban bencana tersebut, Alumni Gladiol 92 SMAN 1 Magelang, Jawa Tengah, menyumbangkan bantuan untuk korban bencana di Pacitan, Kamis (07/12/2017).

Menurut inisiator Alumni Gladiol 92 SMAN 1 Magelang Peduli Bencana, Sri Retno Dhewanti bantuan yang disumbangkan berupa bahan makanan, pakaian, selimut, kebutuhan bayi, perlengkapan mandi,hingga alat tulis untuk anak-anak sekolah. Bantuan tersebut, kata Dhewanti, disumbangkan langsung di lokasi bencana di Wilayah Kecamatan Pacitan dan Kecamatan Kebonagung.

“Selain membantu korban bencana di Yogyakarta, kami juga prihatin dengan korban di sini (Pacitan). Kami berharap bantuan dari kami dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara yang tertimpa musibah bencana,” tutur Dhewanti saat menyerahkan bantuan untuk warga di Desa Bubakan, Kembang, Pacitan.

Kepala Desa Bubakan, Arif yang secara simbolis menerima bantuan menyampaikan teripakasih kepada Dhewanti dan  Alumni Gladiol 92 SMAN 1 Magelang yang datang jauh-jauh untuk memberikan bantuan kepada warganya,

“Bantuan dari Bu Dhewanti ini sangat berarti, karena tentu saja meringankan beban warga kami yang tertimpa musibah. Saat ini kami memang belum pulih betul, sehingga belum bisa memulia aktivitas mencari nafkah,” kata Arif.

Hal senada juga disampaikan Ismi selaku Koordinator Lapangan (Korlap) relawan bencana untuk Wilayah Wawaran, Kebonagung. Menurutnya, Bantuan Alumni Gladiol 92 SMAN 1 Magelang bisa menjadi penawar duka bagi warga,

“Bantuan dari Alumni Gladiol 92 SMAN 1 Magelang ini bukan hanya dinilai dari jumlah materinya saja, tapi lebih dari itu ini adalah bentuk kepedulian yang bisa menjadi obat atas duka karena bencana,” ujarnya.

Sementara terkait bantuan yang masih dibutuhkan warga terdampak bencana, Dhewanti menginformasikan, saat ini masih membutuhkan alat masak dan sembako untuk dapur umum,

“Seperti kita lihat bersama, akibat banjir dan tanah longsor, aktivitas perekonomian warga terhenti. Tentu saja kebutuhan pokok masih dibutuhkan sembari infrastruktur yang rusak diperbaiki. Saya berharap kehidupan warga bisa kembali normal secepatnya,” tutup Sri Retno Dhewanti. (rd)

Redaktur: Ja’faruddin AS


 





Baca Juga