Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Minta Kader Bela Negara Mengentaskan Kemiskinan


Peserta Pelayaran Kebangsaan Bela Negara Mahasiswa Indonesia, tiba di dermaga Kolinlamil. Foto: ist

JAKARTA - Sedikitnya  636 Mahasiswa dari 24 Perguruan Tinggi se-Indonesia tiba di Dermaga M. Silam Mako Kolinlamil, Jumat (22/12)  setelah melaksanakan pelayaran selama kurang lebih dua hari dengan KRI Banjarmasin 592 yang merupakan salah satu unsur KRI  Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil).

Para mahasiswa yang tergabung dalam kegiatan Pelayaran Kebangsaan Bela Negara Mahasiswa Indonesia (PKBNMI) tersebut telah berhasil mengikuti kegiatan bela negara selama 4 (empat) hari terhitung sejak 19 hingga 23 Desember 2017.  

Program pelayaran kebangsaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) ini resmi ditutup,  Sabtu (23/12) dalam upacara penutupan dengan Inspektur Upacara Direktur Jenderal Pembelajaran  dan Kemahasiswaan Kementrian Ristek dikti (Dirjen Belmawaristek dikti) Prof. Intan Ahmad Ph. D. di Lapangan M. Silam, Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok Jakarta Utara.

Acara yang dihadiri Panglima Kolinlamil Laksda TNI Yudo Margono, S.E., ini berlangsung dengan meriah dan menarik, karena usai acara penutupan dilanjutkan dengan Simposium Kemaritiman bertaraf Internasional di Geladak Heli KRI Banjarmasin 592.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Dirjen Belmawaristekdikti ), Prof. Intan Ahmad, Ph.D., dalam amanatnya mengatakan Kesadaran bela negara menjadi hal urgen untuk ditanamkan sebagai landasan sikap mental dan prilaku bangsa Indonesia.

Hal ini merupakan bentuk revolusi mental sekaligus untuk membangun daya tangkal bangsa dalam menghadapi kompleksitas dinamika ancaman sekaligus untuk mewujudkan ketahanan nasional. Kesadaran bela negara dapat diaktualisasikan dalam peran dan profesi setiap warga negara. 

“Saya berharap agar para kader bela negara yang ada di berbagai daerah di seluruh Indonesia dapat menyebarkan nilai-nilai bela negara kepada lingkungannya masing-masing, sehingga bela negara menjadi kesadaran nasional dan gerakan nasional, sebagai bentuk tanggung jawab kita semua dalam mempertahankan negara dan menjaga kelangsungan hidup negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945” ujarnya.

Dirjen Belmawaristekdikti menegaskan bahwa tugas kita adalah membela negara ini dari kemiskinan, keterbelakangan, kebodohan dan ketergantungan.

“Tugas  bela negara ini adalah tugas yang maha berat yang ada didepan mata kita saat ini. Tapi dengan semangat persatuan, kerja keras dan perjuangan kita bersama, tugas sejarah itu bisa kita pikul bersama” imbuhnya.

Selain itu, Intan Ahmad menjelaskan, kemudahan dan kecanggihan akses digitalisasi internet di abad milenium  sudah sangat potensial mempengaruhi mindset manusia termasuk beragam informasi dan paham-paham yang dapat merubah moral dan kepribadian suatu bangsa.

“Untuk itu saya minta kepada seluruh rakyat Indopnesia, khususnya para generasi muda-generasi melinium penduduk mayoritas rakyat Indonesia, untuk senantiasa kritis terhadap upaya memecah belah bangsa, merendahkan martabat bangsa dan senatiasa waspada terhadap upaya infiltrasi ideologi dengan cara yang sangat halus dan kekinian yang ingin merubah atau menggantikan pancasila dan ingin memecah belah NKRI” tandasnya.

Acara diakhiri dengan atraksi Marching band dari Mahasiswa – mahasiswi Polimarin Jakarta, tari gemmu famire dan foto bersama.

Turut Hadir pula dalam acara tersebut Kaskolinlamil Laksma TNI Sugeng Ing Kaweruh S.E. M.M., Irkolinlamil, para Asisten serta Kasatker jajaran Kolinlamil, KBPSDM Perhubungan Jakarta, Direktur Polimarin Semarang, Direktur pembelajaran Jakarta, Wakil rektor UPN Jakarta, Dandim 052/JU, dan Rektor Jakarta. (kt3)

Redaktur: Faisal

Berita Terkait

 





Baca Juga