Selasa, 26/12/2017 20:12 WIB | Dibaca: 402 kali

Masuk Zona Merah Bahaya Pantai Baron, Remaja Tenggelam


Ilustrasi. Foto: ist/Basarnas

GUNUNGKIDUL  Sorang remaja dikabarkan meninggal dunia terseret arus sungai tepi Pantai Baron Gunungkidul, Selasa (26/12/2017). Korban Ilham Desta Andriyanton (15) Warga Singkil RT 03 RW 01, Giring, Paliyan, Gunungkidul. Hingga berita ini diturunkan, tim SAR masih melakukan pencarian korban.

Menurut anggota SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul, Surisdiyanto, korban tenggelam saat berenang di sungai Pantai Baron yang berkedalaman sekitar empat meter.

“Sungai itu masuk dalam zona merah bahaya I,” kata Surisdiyanto di sela-sela pencarian korban.

Dikatakan Surisdiyanto, petugas SAR dan teman-teman korban sempat berusaha menolong korban, namun karena terkendala arus dalam sungai, korban tak bisa diselamatkan. Hingga Selasa (26/12/2017) petang,  petugas SAR masih melakukan pencarian di sekitar Pantai Baron.

Dia menjelaskan, personil yang dikerahkan untuk pencarian korban sekitar 20 orang. 10 orang diantaranya dari Basarnas Kantor SAR Yogyakarta. Pihaknya juga menurunkan kapal jungkung atau kapal pengamanan bantuan Badan Penangulangan Bencana Derah (BPBD) DIY, jetsky dari Basarnas, dan kapal selam untuk mengoptimalkan pencarian.

Sementara saksi kejadian, Widiyono (40) mengatakan, korban yang ditengarai tidak bisa berenang, sekitar Pukul 06.30 WIB masuk ke sungai bersama teman-temannya yang rata-rata berusia remaja. 

“Tapi karena tidak bisa berenang dia (korban) terseret arus sungai. Petugas SAR dan teman-temannya sudah berusaha menolong, tapi arusnya deras dan dalam, sehingga korban tidak terselamatkan,” ujarnya.

Kecelakaan laut sebenarnya telah diantisipasi oleh para petugas SAR saat musim liburan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Diantaranya, dengan memasang rambu dan memberikan himbauan kepada wisatawan, namun kecelakaan laut tetap bisa terjadi karena memang masih ada wisatawan yang mengindahkan peringatan tersebut.

“Kami berharap wisatawan tetap berhati-hati dan mematuhi peraturan yang ada, hal ini juga demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan sendiri,” Surisdiyanto. (kt3)

Redaktur: Rudi F

 


 





Baca Juga