Menteri Susi: Efek Penenggelaman Kapal Asing, Hasil Tangkapan Ikan Meningkat


Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti. Foto: ist

YOGYAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengaku sering di-bully oleh masyarakat, karena kebijakannya menenggelamkan kapal nelayan asing. Menurutnya, berbagai kebijakan yang dijalankan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan memiliki tujuan utama untuk menjaga kedaulatan bangsa, khususnya dalam menjaga kekayaan bahari yang selama ini banyak dijarah negara lain.

“Dalam beberapa tahun sebelumnya, neraca perdagangan ikan Indonesia menurun drastis karena kekayaan perikanan Indonesia justru banyak diambil oleh kapal-kapal asing. Banyak dari kapal asing tersebut bahkan tidak memiliki izin untuk melakukan penangkapan ikan, namun bisa melenggang di perairan Indonesia karena pengawasan yang kurang,” katanya saat menyampaikan orasi ilmiah terkait pengelolaan sumber daya bahari dan kedaulatan bangsa dalam acara memperingati 72 tahun Hari Pendidikan Tinggi Teknik(HPTT) di Balai Senat UGM, Selasa (20/02/2018).

Dikatakan Menteri Susi, mulai tahun 2001 dia sudah melihat banyak eksportir yang tutup, sehingga jumlah nelayan berkurang dua kali lipat. Ternyata, kata dia,  penangkapan ikan ilegal yang menyebabkan perikanan Indonesia menurun.

Melihat tantangan tersebut, kata Menteri Susi, KKP menetapkan tiga pilar utama dalam menjalankan programnya, yaitu kedaulatan, sustainability, serta kesejahteraan.

“Dengan peraturan yang lebih tegas bagi kapal asing ilegal, hingga hari kami telah menenggelamkan 363 kapal. Tangkapan ikan pun berangsur meningkat dari jumlah 6,5 juta ton pada tahun 2014 hingga kini mencapai 12,5 juta ton. Untuk tetap menjaga momentum perbaikan ini, kami mengajak berbagai pihak termasuk akademisi untuk turut mendukung program pemerintah yang telah dicanangkan,” ujarnya.

Menurut Menteri Susi, pemerintahan Jokowi telah membuat kebijakan yang baik dalam tata kelola kelautan, yang perlu dukungan dari akademisi, terutama untuk melakukan kajian-kajian yang baik.

“Saya harap UGM menjadi salah satu lini yang ikut membentengi kebijakan KKP,” jelasnya.

Sekadar informasi, peringatan HPTT tahun ini juga diisi oleh pemberian anugerah Herman Johannes Award kepada 5 tokoh nasional yang berperan dalam pengembangan ilmu dan teknologi di Indonesia, yaitu Basoeki Hadimoeljono untuk bidang infrastruktur, Susi Pudjiastuti dalam bidang kelauta, Prof. Ir. Hardjoso Prodjopangarso (alm) untuk Bidang Teknologi Pengairan, Prof. Dr. Soebroto, M.A. untuk bidang energi, serta Dr. Ir. Hartarto Sastrosoenarto (alm) untuk Bidang Industri. (kt2)

Redaktur: Rudi F

 

Berita Terkait

 



Terpopuler


Baca Juga