Teladani HB IX, KOBAR Salurkan Donasi Sembako untuk Buruh Gendong Pasar Kranggan


Aktivis KOBAR saat menyalurkan donasi sembako kepada buruh gendong di Pasar Kranggan Yogyakarta. Foto: ist

YOGYAKARTA - Kolaborasi Aktivis Budaya Yogyakarta (KOBAR) menyalurkan donasi kebutuhan poko (Sembako) dari penonton Jogja Music Session kepada buruh gendong pasar Kranggan Yogyakarta, Senin (12/03/2018) siang.

Ketua KOBAR, Widihasto Wasana Putra mengatakan, sembako tersebut merupakan hasil donasi penonton Jogja Nusic Nation yang digelar pada hari Rabu (07/03/2018) yang lalu di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta.

“KOBAR mencoba membuat tradisi pengumpulan sembako saat menyelenggarakan event budaya untuk kemudian disalurkan kepada sektor-sektor marjinal masyarakat. Tujuannya untuk merawat solidaritas sosial masyarakat,” ungkapnya, usai menyalurkan donasi.

Menurut Hasto, paket sembako yang dibagikan berisi beras, gula pasir, minyak goreng, teh dan kopi. Satu orang buruh gendong, kata dia, mendapatkan masing-masing dua buah.

Dipilihnya Pasar Kranggan menurutnya karena buruh gendong tersebut relafif belum banyak tersentuh bantuan banyak kalangan, dibandingkan Pasar Bringharjo sebagai pasar terbesar di Kota Yogyakarta.  

“Dan ada satu alasan historis, mendiang Sultan HB IX pernah memberikan tumpangan ke pedagang pasar Kranggan dan bahkan ikut menjunjung menurunkan barang-barang bawaannya. Tatkala hendak diberi upah oleh si pedagang, Sultan menolak dan langsung pergi. Si pedagang menggerutu, wong arep diwenei duit kok ragelem” katanya.

Diceritakan Hasto, rupanya ada yang pirso (mengetahui) bahwa orang tersebut adalah Sinuwun (Sri Sultan HB IX), maka se isi pasar geger, si pedagang sontak pingsan. Kisah nyata ini, kata Hasto, tertulis di buku "Tahta Untuk Rakyat."

“Jadi tatkala datang kemari, ini seperti napak tilas, untuk mengenang sekaligus meresapi nilai-nilai kearifan pemimpin Yogya. Kepemimpinan yang merakyat, kesederhanaan, andap asor, ringan tangan, solider, peduli sesama, sepi ing pamrih rame ing gawe. Itulah nilai-nilai ke-Yogya-an yang perlu terus kita tiru dan praktikkan sekarang ditengah mengerasnya jaman akibat menguatnya arus individualistik, hedonistik dan pragmatism,” pungkasnya.

Penyaluran donasi sembako dari KOBAR dihadiri lurah pasar Kranggan Sungkana serta sejumlah aktivis KOBAR seperti Indra Tranggana, Gita Gilang, Agung Budyawan, Tulis dan lainnya.

Lurah Sungkana didampingi Umi Asih pendamping buruh gendong dari Yasanti menyambut baik pembagian sembako untuk pedagang.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada para donator,” tutupnya. (kt1)

Redaktur: Rudi F


 





Baca Juga