Lestarikan Gotong Royong dan Dorong Kesejahteraan Masyarakat, Satgas TMMD Kodim Yogyakarta Bedah Rumah Warga Tak Mampu


Dandim 0734/Yogyakarta, Letkol Rudi Firmansyah meninjau langsung pelaksanaan bedah rumah dalam giat pra TMMD. Foto: ist

YOGYAKARTA -  Rumah tak layak huni milik warga di Kelurahan Pandeyan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta mendapat bantuan renovasi dari Kodim 0734/Yogyakarta melalui kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-101 Tahun 2018.

Dandim 0734/Yogyakarta, Letkol Rudi Firmansyah, S.E,M.M mengatakan secara resmi kegiatan TMMD akan dibuka pada rabu, 28 Maret hingga 26 April mendatang. Namun menurutnya kegiatan Pra TMMD sudah dimulai sejak minggu (18/03/2018) kemarin, diantaranya dengan bedah rumah warga yang tidak layak huni,

“Rumah-rumah milik warga yang menjadi sasaran salah satu program pembangungan fisik TMMD sudah mulai direhab oleh Prajurit Kodim 0734/Yogyakarta yang tergabung dalam Satgas (Satuan Tugas) TMMD ke-101,” tutur Dandim, Senin (19/03/2018).

Tak hanya bedah rumah warga tak layak huni, kata Dandim, dalam program pembangunan fisik TMMD juga akan dilakukan rehab balai RW, pembuatan talud bantaran sungai Gajah Wong, pembangunan MCK dan sarana umum lain yang masih dibutuhkan warga Pandeyan. 

“Selain itu ada juga program non fisik yang berorientasi pada peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia). Hal ini kami anggap penting karena sumber daya manusia yang berkualitas juga salah satu pendorong kesejahteraan dan keamanan suatu wilayah,” tegasnya.

Dalam pelaksanaan Pra TMMD, imbuh Dandim, sedikitnya 150 prajurit diterjunkan. Giat Pra TMMD menurut Dandim sekaligus untuk memupuk budaya gotong-royong yang merupakan nilai luhur bangsa Indonesia,

“Gotong-royong merupakan kearifan lokal yang saat ini nampaknya mulai luntur.  Harapannya dengan TMMD dimana prajurit dan masyarakat berbaur untuk bekerja bersama  dan demi kemajuan bersama, maka budaya luhur gotong-royong tetap bisa dilestarikan. Selain itu juga diharapkan dengan pembangunan baik fisik maupun non fisik dari kegiatan TMMD ini, masyarakat akan lebih termotivasi untuk lebih giat bekerja sehingga kesejahteraannya meningkat” harap Dandim.

Pasi Teritorial Kodim 0734/Yogyakarta, Kapten Inf Rino T. W, menambahkan, sedikitnya ada sepuluh rumah warga di Pandeyan yang masuk dalam daftar sasaran pembangunan fisik TMMD. Namun demikian, menurutnya ke depan direncanakan akan ada tambahan beberapa unit lagi yang akan dibedah,

“Kriteria dan penentuan sasaran penerima bantuan bedah rumah adalah rumah warga yang sudah tidak layak huni atau kurang memenuhi standar kesehatan. Sebelumnya penerima bantuan sudah kami survei,” ujarnya.

Rumah tak layak huni yang mendapat bantuan program bedah rumah TMMD antara lain milik Kasidjan warga RT 34 RW 10, Martono warga RT 47 RW 08 dan Djumakir.

“Alhamdulillah, berkat bantuan dari tentara, rumah saya direhab. Mudah-mudahan setelah rumah enak ditinggali, saya semakin bersemangat bekerja,” kata Djumakir yang rumahnya sudah puluhan tahun tak tersentuh bantuan renovasi.

Dengan direnovasinya rumah oleh prajurit Satgas TMMD, Djumakir yang sejak tahun 1969 bekerja menjajakan rujak di pinggir jalan ini menyampaikan rasa terimakasih sekaligus mengaku semakin bersimpati terhadap TNI.

“Semoga tentara semakin jaya dan dekat di hati rakyat,” pintanya.

Hal senada diungkapkan Kasidjan. Ia bahkan tak menyangka jika akan ada bantuan rehab rumah dari TNI. Dengan bersemangat dan suka cita Kasidjan menyambut dan membantu prajurit Satgas TMMD membedah rumahnya,

“Saya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada bapak-bapak tantara dari Kodim Yogyakarta yang membantu memperbaiki rumah saya yang sudah tua ini. Sejak lama memang saya ingin memperbaiki, tapi tidak mampu,” kata jumakir yang bekerja sebagai buruh serabutan ini dengan wajah terharu.  

Sundari, putri Martono juga mengaku sangat bahagia atas bantuan bedah rumahnya. Ia yang hanya buruh berpenghasilan rendah tidak mampu membangun rumah yang layak ditinggali.  Terlebih, kata dia, penghasilan dari bekerja sebagai buruh  tidak hanya dinikmati sendiri melainkan juga untuk menghidupi orang tuanya.

“Bapak sendiri kerjanya serabutan dan semampunya karena sudah tua. Bantuan bedah rumah ini sungguh merupakan berkah dan keajaiban dari Tuhan. Saya  tidak menyangka ada program TMMD yang mau peduli terhadap nasib warga  miskin seperti kami,” ungkapnya. (rd)

Redaktur: Ja’faruddin. AS

 


 





Baca Juga