Sabtu, 25/08/2018 17:51 WIB | Dibaca: 602 kali

Lawan Hoax, IKAL DIY Gelar Kongkow Bareng Media dan Komunitas


Peserta dan pemateri berfoto bersama ketua IKAL DIY, Sugiyanto Harjo Semangun, usai kegiatan kursus jurnalistik singkat melawan hoax. Foto: Fefin

YOGYAKARTA - Ikatan Keluarga Alumni LEMHANNAS Komisariat Daerah Istimewa Yogyakarta (IKAL DIY) menggandeng komunitas masyarakat dan kalangan media massa menggelar kursus jurnalistik singkat melawan hoax, Jumat (24/08/2018) malam di kantor IKAL DIY, Jl. Gamelan Lor No.6, Panembahan, Kraton Yogyakarta.

Dalam acara yang dikemas dalam konsep kongkow (diskusi santai) tersebut, hadir sebagai narasumber, Djoko Saksono (Dewan Penasihat Persatuan Wartawan Indonesia/ PWI Pusat), Anang Zakaria (Ketua Aliansi Jurnalis Independen/AJI  DIY) dan Ja’faruddin AS (Direktur jogjakartanews.com). Acara yang terbagi dalam dua sesi dari pukul 16.00 hingga 22.00 WIB tersebut dimoderatori oleh Dr. Masroer, M.Si (Pengurus IKAL DIY) dan Samaun Hi. Laha, S.IP., M.I.P (Kandidat Doktor pada Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan UGM)

Ketua IKAL DIY, Sugiyanto Harjo Semangun, M.Si menuturkan, fenomena hoax atau fake news (berita palsu) saat ini semakin liar dan meresahkan masyarakat, terutama melalui sosial media (Sosmed). Menurutnya di sisi lain Sosmed juga menjadi media alternatif untuk menyampaikan informasi komunitas maupun organisasi masyarakat, yang sesungguhnya bernilai positif,

Hoax ini kan sebenarnya bisa dieliminir dengan kita memproduksi berita yang benar dan inspiratif dari teman-teman komunitas, lembaga atau organisasi yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan. Sayangnya tidak semua komunitas, lembaga atau organisasi itu aktif memproduksi berita positif tentang kegiatan-kegiatannya. Inilah yang kemudian membuat IKAL DIY menggelar acara ini,” ungkap Sugiyanto di sela-sela acara kemarin.

Dijelaskan Sugiyanto, hoax yang berkembang di masyarakat selama ini menimbulkan keresahan bahkan berujung perpecahan antar sesama bangsa Indonesia. Jika hoax dan fake news dibiarkan berkembang liar, kata dia, hal terburuk bahkan bisa menyebabkan disintegrasi bangsa serta mengancam Ideologi Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hoax yang berimbas buruk kepada kehidupan berbangsa kita ini harus dilawan dan itu menjadi tanggungjawab bersama seluruh elemen bangsa Indonesia, termasuk di dalamnya IKAL DIY bersama komunitas masyarakat DIY. Harapannya dengan belajar langsung dengan para pakar dan praktisi media massa, teman-teman komunitas bisa menuliskan kegiatan positifnya selayaknya jurnalis, meski bukan jurnalis, sehingga bisa mengimbangi atau bahkan memerangi konten hoax di Sosmed,” harapnya.

Sementara itu dalam pemaparannya, Djoko Saksono menjelaskan tentang hoax, ciri-ciri hoax, hingga cara menyikapi hoax. Menurutnya hoax merupakan persoalan bangsa yang harus diperangi bersama,

Hoax ini sudah dalam taraf membahayakan Bangsa Indonesia. Acara yang dilaksanakan IKAL DIY malam ini kelihatannya kecil tapi sesunggunya besar manfaatnya untuk bangsa ini. Kegiatan yang merupakan bagian dari program kerja IKAL DIY ini sangat istimewa. Harapannya dari IKAL DIY ini nantinya akan dikembangkan diseluruh Komprov (Komisariat Provinsi) IKAL se-Indonesia,” ujar Djoko yang juga Humas IKAL Pusat.

Sementara itu, Anang Zakaria selain menjelaskan tentang teknik-teknik dasar dalam penulisan berita. Menurutnya apa yang dicari media adalah materi yang layak berita. Kemudian, kata dia, pernyataan pers yang jelas, ringkas, dan berisi,

“Lalu kontak (Narasumber, red) yang jelas dan selalu responsif dan data yang lengkap, dengan demikian, media tidak menjadi penyambung lidah hoax,” ujarnya.

Anang juga menyoroti beberapa media mainstream atau publik figure yang bahkan tidak cermat memverifikasi informasi yang benar. Oleh karenanya, Anang juga memaparkan bagaimana cara memilah informasi di era digital dengan mengenalkan beberapa tools (alat) daring (internet) untuk mendeteksi informasi yang hoax.

Sedangkan Ja’faruddin lebih kepada memaparkan pengantar jurnalistik dan sejarah panjang pers Indonesia. Dalam kesempatan itu, Ja’far menakankan bahwa hoax dan fake news bukan produk jurnalistik karena tidak memenuhi kaidah penulisan jurnalistik yang benar dan mengedepankan kebenaran informasi.

Dalam acara bertajuk ‘Kongkow IKAL DIY bareng Komunitas masyarakat DIY melawan Hoax’ tersebut, diikuti sedikitnya 63 orang dari perwakilan berbagai Komunitas. Antara lain dari komunitas Putra-Putri Prajurit Kopasus AD yang tergabung dalam Anak Korps Baret Merah (AKBM), Informasi Kecelakaan dan Kriminalitas Jogja (IKKJ), Jogja Museum Lover (JML), Paguyuban Kartunis Yogyakarta (Pakyo), Federasi Buruh Indonesia (FBI), Assosiasi Pengacara Pengadaan Indonesia (APPI), KAHMI Forever Jalan Sehat (KFJS), Forum Bela Negara (FBN), Paguyuban Mahasiswa Sofifi Maluku Jogja (Pamasojo), Kaum Muda Lintas Iman Yogyakarta (Kaum-Muliyo).

Selain dari komunitas, acara juga diikuti oleh beberapa Prajurit TNI dari Kodim 073/Yogyakarta dan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Yogyakarta. 

Sementara itu, dari kalangan media massa jurnalis dari Radar Jogja (Jawa Pos Group), jogjakartanews.com dan Majalah Astha Gatra.

Hadir dalam acara tersebut, Kapolsek Kraton, Kompol Etty Haryanti, S.I.Kom. Menurutnya acara yang diselenggarakan IKAL DIY ini selaras dengan program Polda DIY,

“Melawan Hoax juga bagian dari tugas kami di kepolisian Polda DIY, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ungkapnya.

Salah satu peserta pelatihan, Henny Irawati Sumanto,SH dari AKBM mengaku mendapat banyak manfaat dari acara kursus jurnalistik singkat yang diselenggarakan IKAL DIY,

“Kami dari komunitas masyarakat, khususnya AKBM sangat senang dengan acara ini, karena banyak ilmu baru yang kami peroleh. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini, IKAL DIY bisa semakin mempersatukan kami dari berbagai komunitas masyarakat untuk melawan hoax,” pungkas Henny. (rd)

Redaktur: Fefin Dwi Setyawati


 



Terpopuler


Baca Juga