Tindaklanjuti SOP Penanganan Bencana, BPBD Kolaborasi dengan Basarnas DIY


Sri Sultan HB X menerima kunjungan Kepala Basarnas DIY. Foto: Ist

YOGYAKARTAStandard operating procedure (SOP) penanganan bencana yang selama ini dilaksanakan Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) dipandang penting untuk ditindaklanjuti kepada pemerintah Daerah DIY yang merupakan daerah rawan bencana alam. Hal itu mengigat dalam penanganan bencana alam di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pemahaman terkait SOP dinilai masih kurang,

“Beberapa hal yang akan kita tindaklanjuti terkait perlunya penyusunan SOP untuk mencarian dan penyelamatan. SOP  standar, karena ketika berada di Lombok (bencana gempa NTB, red) pun kemarin itu pemahaman tentang SOP masih kurang,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Bhiwara Yuswantana usai mendampingi Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menerima kunjungan Kepala Basarnas Kantor Sar DIY, Lalu Wahyu Efendi, Senin (27/08/2018).

Bhiwara mengungkap perlunya kegiatan pelatihan terkait dengan evakuasi bencana.  Dalam hal ini menurut dia perlu kolaborasi antara Basarnas dengan BPBD untuk mengembangkan keterampilan dan pengertahuan terkait evakuasi.

“Yang kedua, kita semangatnya besar potensinya juga banyak tapi perlu dilengkapi dengan keterampilan dan pengetahuan tentang evakuasi. Nanti akan kita kolaborasikan dengan Basarnas untuk melakukan pelatihan, baik di air maupun terkait gawat darurat,” tambahnya. 

Sementara itu Kepala Kantor SAR DIY, Lalu Wahyu Efendi mengungkapkan, SOP Penanganan Bencana penting untuk ditindaklanjuti, menginta DIY merupakan daerah potensi bencana. Guna terlaksananya SOP dalam penangan bencana, kata dia, Basarnas DIY perlu berkoordinasi dengan Pemda DIY,  

“Saya berkoordinasi dengan Ngarsa Dalem terkait bagaimana menanggulangi bencana di DIY, sekaligus memperkenalkan diri,” ungkap Wahyu Efendi yang diterima Gubernur DIY, di Gedhong Wilis, Kepatihan, Yogyakarta.  (kt1)

Redaktur: Faisal

 


 





Baca Juga