Kamis, 04/10/2018 09:21 WIB | Dibaca: 258 kali

Lanal Peringati Hari Kesaktian Pancasila Bersama Forkompinda DIY


Pejabat dari unsur TNI-Polri berserta Forkompinda dan elemen masyarakat DIY mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Foto: Ist

YOGYAKARTA – Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Pangkalan TNI AL (Lanal) Yogyakarta melaksanakan upacara di lapangan Apel Mako Lanal Yogyakarta, Jl. Melati Wetan No 62 Baciro Yogyakarta, Senin (01/10/2018) kemarin.

Bertindak selaku Irup, Perwira Staf Potensi Maritim (Paspotmar) Lanal Yogyakarta, Mayor Laut (P) Wahono dan selaku komandan upacara oleh Pjs Kepala Fasilitas Pangkalan (Kafaslanal) Kapten Laut (PM) Tri Pambudi. Upacara diikuti 1 Pok Pamen, 1 SST gabungan Pama dan Bati, 1 SST Bersenjata gabungan Bintara dan Tamtama serta 1 SSK PNS Lanal Yogyakarta. Peserta dengan khidmat mengikuti rangkaian upacara, antara lain mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi yang dipimpin oleh Irup, pembacaan teks Pancasila, pembacaan teks pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pembacaan ikrar dan pembacaan doa.

Sementara itu, dalam waktu yang sama, Komandan LanalYogyakarta, Kolonel Laut (P) Arya Delano, S.E, M.Pd menghadiri upacara Peringatan hari kesaktian Pancasila tahun 2018 digelar bersma Unsur TNI –Polri danForum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan komponen masyarakat. Upacara dilangsungkan di Monumen Pancasila dusun Kentungan, Condongcatur, Depok,Sleman.

Peringatan Hari kesaktian Pancasila tahun ini mengusung tema " Pancasila Sebagai Landasan Kerja, Mencapai Prestasi Bangsa".  Upacara peringatan bersama tersebut dihadiri oleh Prof.Dr.Mahfud MD selaku anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKPPIP).

Sebelumnya, Mahfud juga menghadiri malam Tirakatan yang diselenggarakan oleh DPRD DIY pada Minggu malam, (30/09/ 2018) di tempat yang sama.

Dalam kesempatan Malam Tirakatan tersebut, Mahfud memaparkan materi dengan tema "Pancasila Sakti". Mahfud menjabarkan sejarah panjang dan hakekat Kesaktian Pancasila,

“Sejak Indonesia merdeka, berbagai pihak mempunyai perbedaan pendapat dan prinsip tentang dasar negara Indonesia, setidaknya tercatat dalam sejarah  beberapa peristiwa penting untuk memahami hakekat Kesaktian Pancasila yang sempat dirongrong oleh berbagai pihak, baik secara konstitusional maupun inkonstitusional, antara lain pada kurun tahun 1955-1956,” ungkapnya.

Dijelaskan Mahfud,  terbentuknya Badan Konstituante hasil Pemilu 1955 yang bertugas merancang UUDS tidak berhasil, hal ini karena berbagai pihak mempunyai perbedaan pendapat dan prinsip, sehingga muncul Dekrit Presiden 5 Juli 1959 untuk kembali ke UUD'1945, selanjutnya pada tahun 1965 terjadi peristiwa G30 S/PKI oleh partai Komunis Indonesia yang akan mengganti idiologi Pancasila menjadi idiologi komunis, Namun upaya tersebut berhasil digagalkan,

“Kemudian pada tahun 1998 terjadinya aksi gelombang demontrasi menuntut reformasi, ditandai dengan mundurnya Presiden ke-2 Soeharto, naiklah Wakil Presiden Habibie menjadi Presiden RI ke-3 dan  dikeluarkannya amandemen tetap berpegang Pancasila sebagai Dasar Negara dan UUD'1945 sebagai Dasar Hukum negara Indonesia,” tukasnya.

“Maka terbukti bahwa Pancasila dengan kesaktiannya tidak bisa tergantikan, hal ini karena jiwa bangsa Indonesia sudah terwakili dalam ke-5 sila Pancasila, sehingga menjadi kewajiban generasi muda untuk tetap memahami serta menerapkan nilai-nilai pemahaman Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia,” imbau Mahfud.

Adapun pada upacara peringatan yang digelar pada Senin pagi ditempat yang sama, bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) adalah Danrem 072/PMK Brigjen TNI M. Zamroni, S.Ip, dengan susunan peserta upacara 1 Pok Korsik Ajenrem 072/Pmk, 1 SST Pama Korem 072/Pmk, 1 SST Pama gabungan Lanal Yogyakarta dan Lanud Adisutjipto, 1 SST Pama Polda DIY, 1 SST gabungan Polisi Militer TNI AD, TNI AL, TNI AU dan Provost Polda DIY, 1 SST gabungan Wanita TNI dan Polwan, 2 SST Bersenjata Yonif 403, 1 SST Bersenjata Lanal Yogyakarta dan 1 SST Bersenjata Lanud Adisutjipto, 1 SST Bersenjata Brimobda DIY, 1 SST Bersenjata Sabhara Polda DIY, 1 SST gabungan Pol PP Pemprov DIY, 1 SST gabungan Pemuda Pancasila dan Karangtaruna, 1 SST gabungan Pramuka dan pelajar SMA/SMK DIY.

Turut hadir dalam upacara tersebut Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, Wakil DPRD DIY Arif Noor Hartanto, S.Ip, Danrem 072/Pmk Brigjen TNI M. Zamroni, S.Ip, Kapolda DIY Brigjen Pol Drs. Ahmad Dofiri, Kadis Sejarah TNI Kolonel Inf Hery, Danlanal Yogyakarta Kolonel Laut (P) Arya Delano, S.E, M.Pd, Dandim 0732/Sleman Letkol Inf Diantoro, Bupati Kab. Sleman Sri Purnomo serta para ketua ormas pemuda dan masyarakat DIY.

Selesai upacara dilanjutkan kunjungan di makam Pahlawan Revolusi Kolonel Anumerta Katamso dan Kolonel Anumerta Sugiono dipimpin KGPAA Paku Alam X dan diikuti para undangan.  (kt1)

Redaktur: Faisal


 



Terpopuler


Baca Juga