Rabu, 23/01/2019 22:20 WIB | Dibaca: 425 kali

Polisi Bekuk Gerombolan Pelaku Pelemparan Suporter Hingga Tewas


ilustrasi

SLEMAN - Penyelidikan Polisi terhadap kasus meninggalnya Fans sepak bola akibat pelemparan batu sekelompok orang tak dikenal usai menyaksikan Pertandingan persahabatan antara Persis Solo dan PSS Sleman pada Sabtu (19/01/2019) yang lalu, berbuah hasil.

Pada Rabu (23/01/2019) Jajaran Satuan Tugas Progo Sakti Polres Sleman berhasil menangkap gerombolan pelaku penyerangan terhadap korban, Muhammad Asadulloh Alkhoiri (19) warga Jatinom, Klaten.

Kapolda DIY, Irjen Ahmad Dofiri mengatakan, tujuh orang pelaku pelemparan terhadap korban di Kalasan, Sleman tersebut telah diamankan dan saat ini tengah dilaksanakan pengembangan kasus oleh kepolisian,

Alhamdulillah sudah terungkap tujuh pelaku sudah ditangkap,” tuturKapolda kepada wartawan di Polres Sleman Rabu (23/01/2019).

Dofiri mengungkapkan, ada indikasi para pelaku ini adalah pendukung tim bola tertentu.

Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut adalah peringatan keras untuk para suporter, bahwa boleh mendukung tim sepak bola tertentu secara fanatik, namun tidak dengan cara yang biadab dan dapat merugikan masyarakat lainnya,

“Korban sudah banyak berjatuhan oleh karena itu siapapun suporter akan kami tindakan tegas (jika melanggar hukum),” tegasnya.

Terkait kronologis kejadian Kapolres Sleman, AKBP Rizky Ferdiansyah mengungkapkan, saat kejadian, korban dalam perjalanan pulang setelah menyaksikan laga persahabatn Persis melawan PSS di Maguwoharjo, Sleman. Asadulloh pulang berboncengan dengan sang adik sekitar pukul 19.30.

Ketika melintas di jalan raya Solo-Jogja, tepatnya di depan RSI PDHI Kalasan, dari arah berlawanan keduanya berpapasan dengan sekelompok orang tak dikenal.

“Disitulah terjadi pelemparan batu terhadap korban  Muhammad Asadulloh,” ungkap Rizky.

Sontak setelah terkena lemparan batu, kakak beradik yang mengendarai sepeda motor itu langsung terjatuh, saat itu pula Asadulloh tak sadarkan diri.

Nahas, nyawanya tak tertolong setelah sempat mendapat penanganan di RS Sarjito, pada pukul 23.40 korban dinyatakan meninggal dengan luka parah bagian dalam.

“Korban meninggal karena parahnya luka bagian dalam,” kata Rizky. (kt2)

Redaktur: Faisal

 


 





Baca Juga