Sambut Zona Integritas, Kakanwil dan Kadivpas Kemenkumham Sidak Bapas Yogyakarta


Kadivpas dan Kakanwil Kemenkumham DIY Sidak di Bapas Yogyakarta. Foto: Hennyra

YOGYAKARTA – Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum Dan Ham Daerah Istimewa Yogyakarta (Kakanwil Kemnkumham DIY) dan Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak) di Kantor Balai Pemasyarakatan (Bapas) Yogyakarta, Selasa (05/03/2019)

Dalam kunjungan tersebut Kakanwil Kemenkumham DIY, Krismono dan Kadivpas Tedja Sukmana melaksanakan apel pagi bersama seluruh jajaran Bapas Kelas I Yogyakarta.

Saat apel, Tedja  sempat mengecek kelengkapan atribut seragam seluruh pegawai Bapas.

Dijumpai usai apel, Tedja mengungkapkan, sidak dilakukan sebagai bentuk Bimbingan, Monitoring, Pengawasam, dan Pengendalian (Bintor Wasdal) dan Monitoring dan Evaluasi (Monev),

“Sidak untuk mengetahui secara langsung apakah (program) sudah dilaksanakan betul, jangan melakukan sesuatu asal bapak senang. Selanjutnya dilakukan pengarahan, penguatan visi yang juga  bagian dari pembinaan. Tidak ada (tujuan) lain, kebetulan momennya memang kita mau menuju WBK (Wilayah Bebas Korupsi), dalam rangka ZI (Zona Integritas),” tuturnya.

Dari pantauannya, Tedja mengapresiasi upaya-upaya Bapas Yogyakarta untuk menuju WBK,

“Kalau saya prosentase, maka  prosentase 60% sudah berjalan, baik manajemen, maupun SDM-nya, Selebihnya perlu sesegera mungkin dilaksanakan (program-program prioritas) supaya kriteria yang diinginkan menuju WBK segera terpenuhi,” ujarnya.

Tedja juga meminta tugas tim kerja diptimalkan, terutama untuk memberikan motivsi kepada pegawai yang lain.

 Sementara itu Kakanwil Kemenkumham DIY, Krismono mengatakan, sidak sekaligus kunjungan pertamanya ke Bapas Yogyakarta bertujuan untuk mengetahui secara langsung kondisi Bapas Kelas I Yogyakarta,

“Yang kedua, kita sudah deklarasikan zona integritas menuju WBK , dari deklarasi ini apakah di Bapas ini sudah dilaksanakan apa belum , sudah mulai berproses atau belum? nah kita ingin ketahui, karena tugas kita melakukan pengawasan dan pembinaan,” katanya.

Krismono juga menegaskan jika ia sudah keliling meninjau semua Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kanwil Kemenkumham DIY, baik yang dusulkan WBK maupun tidak. Menurutnya semua UPT tersebut sudah hampir seluruhnya berproses untuk ZI menuju WBK,

“Sidak ini sekaligus kita ingin mengetahui kinerjanya, kedisiplinan, kerapian pegawai dan sebagainya. Kita ingin memberikan penguatan-penguatan, motivasi-motivasi kepada teman-teman supaya mereka  benar-benar berkomitmen bersama menjunung tinggi integritas dan mewujudkan WBK,” tukasnya.

Krismono juga menilai Bapas Yogyakarta saat ini sudah berproses melakukan pembenahan untuk mewujudkan ZI menuju WBK serta berupaya meningkatkan pelayanan dan menentukan skala prioritas dalam melakukan perubahan-prubahan,

“Saya senang ini sudah ada perbaikan-perbaikan dan sebagainya walaupun dengan anggaran-anggaran yang sangat ketat,” katanya.

Terkait anggaran yang terbatas, Krismono menekankan perlu dicari solusi, misalnya dengan MoU (Kerjasama) dengan Pergurun Tinggi, menggerakan Koperasi atau mencari CSR dari perusahaan-perusahaan baik swasta maupun milik pemerintah daerah. Ia meminta Bapas Yogyakarta bisa mengoptimalkan anggaran yang ada dan menjalankan program-program menuju WBK yang sudah dicanangkan,

“Tapi Saya minta yang pertama komitmen yang lebih baik lagi, kemudian segera berproseslah,” pungkasnya. (hen)

Redaktur: Ja’faruddin. AS


 





Baca Juga