Kamis, 26/09/2019 21:39 WIB | Dibaca: 67 kali

Atlet Catur UGM Sabet 5 Medali dari POMNAS 2019


Lima atlet Catur UGM yang menyumbangkan 5 emas dalam ajang POMNAS 2019. Foto: Ist

YOGYAKARTA - Atlet catur UGM menambah perolehan medali DIY dari Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XVI yang berlangsung pada 19-26 September 2019 di Jakarta.

Dalam kompetisi itu, atlet catur UGM menyabet 1 medali perak dan 4 medali perunggu. Adapun 1 medali perak didapatkan Parahita Millyena Legowo,Farah Yumna, dan Rosiana Arieffah dari nomor beregu putri klasik.

Sementara empat medali perunggu didapat M. Kahfi Maulana dari nomor perorangan putra klasik. Lalu M. Kahfi Maulana kembali mempersembahkan perunggu dari nomor  perorangan putra cepat.

Medali perunggu berikutnya diperoleh Parahita Millyena Legowo,Farah Yumna,dan Rosiana Arieffah dari nomor beregu putri cepat. Kemudian medali perunggu terakhir didapatkan Javad Yadavari, Garin Pramadhan, serta Awang Putra S dari nomor beregu putra cepat.

Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Catur UGM, M. Wildan Habibie mengatakan dalam kompetisi tersebut pihaknya mengirimkan 7 atletnya. Ketujuh atlet tersebut berhasil terpilih mewakili DIY untuk melaju ke POMNAS 2019 setelah melalui seleksi di tingkat provinsi.

Dia mengyampaikan rasa bangga atas capaian yang diperoleh para atletnya dalam kompetisi tersebut. Prestasi itu merupakan hasil ketekuanan atlet dalam berlatih selama kurang lebih empat bulan lamanya. Selain itu juga bimbingan serta dukungan universitas dan BAPOMI DIY.

“Bangga atlet catur UGM dapat menyumbangkan medali dalam POMNAS 2019 yang mengharumkan nama universitas dan DIY,” jelasnya, dikutip dari keterangan pers Humas UGM yang diterima redaksi, Kamis (26/09/2019).

Cabang olahraga catur dalam POMNAS kali ini diikuti 137 peserta dari 73 perguruan tinggi yang berasal dari 25 provinsi di Indonesia. Mempertandingkan 6 nomor pertandingn putera dan 6 nomor pertandingan putri.

Sementara salah satu atlet catur UGM, Awang menyebutkan bahwa pertandingan berlangsung sangat kompetitif. Sebab sebagian besar atlet memiliki kemampuan yang mumpuni.

“Hampir semua provinsi memiliki skill yang sama, hanya tingal keberuntungan dan kondisi waktu bermain yang menentukan,” terangnya saat dihubungi secara terpisah.

Awang mengaku belum puas akan hasil yang diperoleh dalam POMNAS 2019. Namun, dia dan seluruh kontingen catur DIY tetap bersyukur atas capaian yang berhasil didapatkan.

“Sebenarnya belum sesuai target, tetapi jika melihat kemampuan lawan yang tangguh maka hasil yang didapat kali ini dikatakan sudah cukup baik. Semoga di POMNAS mendatang dapat memberikan hasil yang lebih baik lagi,” pungkasnya. (pr/kt1)

Redaktur: Faisal


 





Baca Juga