Jumat, 27/09/2019 08:31 WIB | Dibaca: 325 kali

Layanan Difabel Bapas Jogja Jalin Komunikasi dengan SIGAB Indonesia


Bapas Jogja Jalin Komunikasi dengan SIGAB Foto:Hennyra

YOGYAKARTA - Layanan Difabel Bapas Jogja jalin komunikasi dengan Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel(SIGAB), Sigab indonesia merupakan organisasi masyarakat sipil yang berkedudukan di Daerah Istimewa Yogyakarta, tujuan SIGAB adalah mewujudkan masyarakat inklusif yang menjunjung tinggi harkat dan martabat kaum difabel untuk hidup setara dan berkeadilan di segala aspek kehidupan, dengan ini Sigab bekerjasama dengan Saraswati yang sedang mengembangkan sebuah aplikasi bernama Sigteraktif, Aplikasi ini untuk mempromosikan inklusi sosial bagi kelompok difabel terutama di tempat tempat pelayanan publik, seperti halnya Kantor Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta (Bapas Jogja), Kamis (26/09/2019).

Jalin komunikasi ini dalam fase assessment awal, dimana akan melakukan wawancara dengan pihak Bapas Jogja mengenai akses kabutuhan dan peluang inklusi sosial bagi komunitas tuli di area pelayanan publik.

Kepala Bapas Jogja Muhammad Ali Syeh Banna didampingi oleh Kasubsi Registrasi Bimbingan Klien Dewasa, Sri Astuti dan JFT APK Anjar winarko mengatakan bahwa komunikasi ini sangat penting, untuk kemudian mendukung layanan publik kami.

" Kebetulan Bapas Jogja mempunyai 1 klien yang difabel, yang di bimbing  oleh APK Anjar Winarko, sedikit mengalami kesulitan karena kemampuan kami menggunakan bahasa isyarat adalah bahasa ibu, atau bahasa jawa yang keseharian sebagai bahasa kebiasaan klien kami, jika memang aplikasi ini bisa terwujud itu sangat membantu kami mendukung layanan publik kami," tutur Alisyeh dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Redaksi, Jumat (27/09/2019).

Perwakilan dari saraswati yang merupakan kolega SIGAB, Diah Setiawaty mengatakan bahwa kami melakukan assessment ini untuk mencari informasi yang akurat agar nanti aplikasi yang kami buat dapat benar benar membantu kelompok difabel untuk berkomunikasi dengan leluasa dengan masyarakat umum.

" langkah awal yang kami ambil ini untuk memberi tim kami masukan sebanyak banyaknya agar kami dapat pas membuat aplikasi ini, dan bermanfaat untuk layanan publik, kami mendapat referensi dari SIGAB indonesia, bahwa layanan difabel di Bapas Jogja sudah berjalan sehingga ini mendorong kami untuk bersurat untuk mencari informasi yang lebih banyak lagi," katanya.

 Anjar Winarko mengungkapkan bahwa berkomunikasi dengan klien difabel jujur kami sangat kesulitan, ditambah pengetahuan kami dengan bahasa isyarat sangat terbatas, jika memang aplikasi Sigteraktif ini diluncurkan , itu akan sangat membantu kami di lapangan.

"saya menggunakan bahasa isyarat semampu saya bisa, tetapi ternyata klien kami menggunakan bahasa isyarat bahasa ibu, yang dalam bahasa isyarat tidak ada yang menyerupai sama sekali, harapan saya aplikasi ini pun bisa memberikan kursus untuk difabel itu sendiri untuk satu bahasa isyarat, sehingga memudahkan untuk berkomunikasi,' ungkap anjar(hen).

Redaktur : waty


 





Baca Juga