Rabu, 09/10/2019 19:48 WIB | Dibaca: 189 kali

Minapadi: Solusi Meningkatkan Produksi Ikan dan Produktivitas Padi


Nurkhamdani Ryan P. Foto: doc/pri

Oleh: Nurkhamdani Ryan P*

Minapadi, salah satu solusi alternative bagi para petani untuk meningkatkan produktivitas padi sekaligus menambah penghasilan melalui budidaya ikan kian berkembang di Kabupaten Sleman. Berdasarkan data dari publlikasi resmi Badan Pusat Statistik ( BPS ) Kabupaten Sleman menunjukkan bahwa dari tahun 2014 hingga tahun 2017 produksi ikan budidaya minapadi terus mengalami peningkatan.

Produksi ikan budidaya minapadi Kabupaten Sleman sebesar 151.900 kg pada tahun 2014, naik menjadi 220.000 kg pada tahun 2015, kemudian naik lagi pada tahun 2016 menjadi 262.500 kg, dan pada tahun 2017 kembali naik hingga mencapai 310.600 kg.

Secara umum, minapadi merupakan combine and integrated farming yang menggabungkan budidaya ikan dan budidaya padi di sawah pada saat yang bersamaan. Sistem ini akan meningkatkan produktivitas lahan sawah serta mendukung efisiensi pemanfaatan lahan dan efektivitas pengguaan air. Pada tahun 2014, minapadi yang berlokasi di Kabupaten Sleman mendapat apresiasi dari organisasi pangan dan pertanian dunia ( Food and Agriculture Organization / FAO ) yang berada dibawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB ). FAO mengakui metode budidaya ikan tawar ini sebagai bagian dari salah satu program pertanian unggul global. Penyebaran minapadi di Kabupaten Sleman juga sudah merata di 17 kecamatan.

Beberapa keunggulan Minapadi diantanra adalah untuk peningkatan kualitas pangan. Direktur Jendral Perikanan Budidaya KKP , Slamet Soebjakto dalam keterangannya di sela-sela kunjungan kerjanya di kawasan minapadi Kabupaten Bantul, pada Kamis 5 September 2019 kemarin menjelaskan bahwa minapadi merupakan model inovasi akuakultur yang tepat guna, dan potensial untuk diadopsi dan dikembangkan oleh masyarakat. Selain keuntungan berlopat, model ini juga sangat ramah lingkungan. Menurutnya, Minapadi dapat meminimalkan serangan hama pada padi, selain itu kotoran dari ikan juga menyuburkan padi, sehingga terjadi hubungan yang mutualisme. Minapadi juga tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida, sehingga produk padi yang dhasilkan bersifat organik. Saat ini padi organik memiliki nilai jual tinggi karena tergolong kategori premium. Disamping itu melalui sistem ini produktifitas padi juga naik.

Keunggulan lainnya, Minapadi juga dapat mendorong peningkatan produktivitas padi dan peningkatan pendapatan. Menurut Slamet, para ahli telah melakukan penelitian bahwa budidaya ikan sistem minapadi tidak mengurangi produktifitas padi. Bahkan dengan sistem ini mampu meningkatkan hasil panen padi hingga 2-3 ton tiap musim tanam, sehingga akan meningkatkan pendapatan petani baik pendapatan dari padi maupun pendapatn dari ikan.

Selain itu, dikutip dari keterangan foto yang diunggah oleh akun instagram resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia @kkpgoid pada (18/09/2018) menyebutkan bahwa hasil panen minapadi di Sukoharjo menunjukkan produktivitas padi naik dari rata-rata 7 ton/ha per musim tanam menjadi 9-10 ton/ha per musim tanam.

Menurut ketua anggota kelompok Tani Ngudi Rejeki Desa Dalangan, Sukoharjo, Darno, selain produktivitas padi naik, para petani juga mendapatkan tambahan hasil produksi ikan yang cukup besar yaitu 1 ton/ha. Dari hasil tersebut, mereka mendapatkan keuntungan lebih besar. Dengan sistem biasa pendapatan adalah mereka sebesar Rp 38 juta/ha per musim tanam, sedangkan dengan sistem minapadi naik menjadi 53 juta/ha per musim tanam.

Keunggulan Minapadi selanjutnya, yaitu dapat mendorong peningkatan produksi tingkat konsumsi ikan di suatu daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki angka konsumsi ikan yang tergolong rendah apabila dibandingkan dengan angka konsumsi ikan nasional. Sebagai contoh pada tahun 2017, angka konsumsi ikan per kapita di DIY hanya sebesar 23,75 kg, jauh dibawah rata-rata konsumsi ikan nasional yang menembus angka 47 kg per kapita. Meskipun rendah, perlu kita apresiasi bahwa dari tahun 2015 sampai tahun 2017, konsumsi ikan di DIY mengalami peningkatan, yaitu dari 23,07 kg per kapita pada tahun 2015, menjadi 23,10 kg per kapita pada tahun 2016, dan naik menjadi 23,75 kg pada tahun 2017.

Dengan menerapkan minapadi, petani padi yang sebelumnya hanya memanen padi setiap musim panen akan mendapatkan tambahan keuntungan dengan memanen ikan yang dihasilkan dari sistem minapadi. Dari tambahan produksi ikan tadi, diharapkan dapat menjadi pemicu untuk meningkatkan tingkat konsumsi ikan di suatu daerah. (*)

*Penulis adalah Mahasiswa Politeknik Statistika STIS

Berita Terkait

 





Baca Juga