Fokki: Kampung Pengok Kota Yogyakarta Potensial Jadi Destinasi Wisata Kereta Api


Anggota DPRD Kota Yogyakarta, Antonius Fokki Ardiyanto S.IP saat melaksanakan Reses di Kampung Penggok. Foto: ist

YOGYAKARTA – Kampung Penggok Kelurahan Demangan, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta ternyata memiliki potensi wisata yang belum tergali. Di Kampung Pengok terdapat bengkel kereta api yang juga merupakan bagian dari sejarah perkereta apian di Indonesia.

Wacana menjadikan kampung Penggok untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata perkereta apian dimunculkan anggota DPRD Kota Yogyakarta, Antonius Fokki Ardiyanto S.IP selaku pelaksana Reses Anggota DPRD Kota Yogyakarta dari Fraksi PDI Perjuangan,

“Kampung Penggok potensial sebagai destinasi wisata baru per kereta apian di Kota Yogyakarta dan ini juga merupakan destinasi wisata yang baru di Kota Yogyakarta. Kalau Ambarawa bisa menjadikan Stasiun Kereta Api menjadi destinasi wisata mengapa Pengok yang punya Bengkel Kereta Api dan kawasannya tidak bisa?” ungkap  fokki saat melaksanakan reses  di Balai RW 10 Pengok Demangan Minggu (01/12/2019) kemarin.

Dalam kesempatan itu Fokki juga menyampaikan agar warga Pengok jangan jadi penonton dalam gerak laju pembangunan di Kota Yogyakarta, mengingat ada tiga kawasan yang akan berkembang yaitu kawasan lempuyangan dimana stasiun lempuyangan akan jadi pintu masuk dan keluar menuju bandara NYIA dan ada pembangunan kawasan bisnis di bekas depo pertamina,

“Kedua kawasan kotabaru dan Kridosono yang akan menjadi wisata heritage dengan ciri bentuk bangunan indische serta yang ketiga kawasan embung langensari di Kampung Klitren Lor yang akan dijadikan destinasi wisata air. Ditambah rencana pengembangan Kampung Sapen menjadi Kampung Inggris,” ujarnya.

Sebagai awalan untuk menuju Penggok menjadi kampung wisata perkereta apian, Fokki juga meminta supaya Dinas Kebudayaan bisa mengkaji gagasannya. Ia menyebut, untuk memulai promo wisata kampung Penggok, bisa diadakan event semisal festival kereta api dan membuat cerita secara tertulis tentang Pengok dikaitkan dengan sejarah perkereta-apian di Indonesia,

“Dan Dinas Pariwisata juga diharapkan bisa melakukan intervensi dalam hal branding wisata kereta api di Kampung Pengok,” kata Foki dalam reses yang juga dihadiri Camat Kecamatan Gondokusuman, Dinas Kebudayaan, Dinas Pariwisata dan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang.

Para tokoh masyarakat, pemuda dan ibu-ibu di wilayah Kampung Pengok yang mengikuti acara reses menyambut gembira gagasan Fokki.

Tokoh masyarakat setempat,  Yoyok yang tinggal di Pengok Blok C RW 12 Demangan mengungkapkan, bila gagasan Fokki benar-benar terealisir maka akan dapat menambah dan meningkatkan pendapatan masyarakat serta membuka lapangan pekerjaan baru,

“Mengingat pasti ada efek ekonomi yang mengikuti misal kuliner, cindera mata dan parkir,” ujarnya.

 “Saya juga punya gagasan yaitu untuk mempersiapkan itu semua maka perlu dibentuk Forkom Masyarakat Pengok Untuk Wisata Kereta Api,” imbuhnya. 

Menanggapi wacana yang berkembang dari pelaksanaan reses tersebut, perwakilan pejabat dinas pariwisata dan dinas kebudayaan yang hadir juga mengapresiasi dan akan menindaklanjuti kehendak bersama dari masyarakat tersebut. 

Di sisi lain, Fokki menjelaskank, dalam masa reses DPRD Kota Yogyakarta dari tanggal 29 November sampai 4 Desember 2019, satu lokasi yang ia dikunjungi untuk melakukan dialog dan tatap muka langsung dengan warga masyarakat adalah di wilayah Kampung Pengok yang berada di sebelah kampung Sapen, dimana kampung tersebut adalah kampung masa kecilnya.

Menurutnya, reses tahun ini diadakan bertujuan dua hal. Pertama, sosialisasi program program Pemerintah Kota Yogyakarta di tahun 2020 dimana kebijakan anggara yang sudah disetujui bersama dalam APBD 2020 antara DPRD dan Walikota,

“Dalam kebijakan anggaran tersebut yang terpenting adalah masih dianggarkannya iur bayar BPJS JKN kelas 3 bagi masyarakat Kota Yogyakarta, sehingga masyarakat tidak terpengaruh pro kontra kenaikan iur bayar BPJS JKN per Januari 2020. Disamping itu juga masih ada program Jaminan Pendidikan Daerah yang salah satunya adalah SD dan SMP Negeri dibiayai APBD,” telasnya.

Kedua, kata Fokki, karena reses ini berbarengan dengan rencana pelaksanaan Musrenbang tingkat Kalurahan dan Kecamatan maka hasil dari reses akan menjadi salah satu masukan yang akan menjadi Pokok pokok Pikiran (POKIR ) DPRD,

“Ini sesuai dengan Permendagri no 86/2017 yang akan menjadi salah satu referensi dalam pengambilan kebijakan pembangunan di Kota Yogyakarta tahun 2021 dengan tematik : Peningkatan Infrastruktur dan Perekonomian Berbasis Pariwisata Untuk Kesejahteraan Masyarakat,” tutupnya. (kt1)

Redaktur: Faisal


 





Baca Juga