PKM FH USM Jawab Tantangan Dampak Negatif Jejaring Sosial di Dunia Maya bagi Generasi Muda


Kegiatan PKM FH USM di SMA N 5 Kota Semarang. Foto: Mukharom.

SEMARANG – Akademisi Fakultas Hukum Universitas Semarang (FH-USM) Supriyadi, S.H., M.Kn mengatakan, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian perguruan tinggi kepada masyarakat perlu difokuskan kepada generasi muda atau kaum milenial. 

Menurutnya, salah satu yang perlu dikembangkan adalah upaya dalam membentuk karakter remaja terutama didalam penggunaan media sosial. Hal itu sebagaimana yang telah dilaksanakan FH-USM dalam kegiatan PKM di Sekolah Menengah Atas 5 ( SMA N 5 ) Kota Semarang, jumat (04/ 01/ 2020) yang lalu,

“Dalam kegiatan pengabdian ini, tim kami mengunggah tentang pemahaman dan kesadaran remaja dalam menggunakan media sosial secara bijaksana guna menghindari adanya pelanggaran hukum yang bisa saja terjadi, seperti banyak kasus yang terjadi akhir-akhir ini,” katanya dalam pers rilis yang diterima redaksi, Senin (20/01/2019).

Supriyadi menjelaskan, jejaring sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul yang umumnya adalah individu atau organisasi, yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dan sebagainya.

Jejaring sosial merupakan bagian dari tantangan yang muncul akibat Globalisasi,

“Globalisasi membawa manusia pada borderless world dengan arus informasi supercepat (superhighway information), revolusi di bidang ICT (Information and Communication Technology). Inilah tantangan globalisasi pada Situs Jejaring Sosial,” ujarnya.

Jejaring sosial yang sangat diminati saat ini, menurutnya ternyata juga merupakan suatu tantangan generasi muda, karena membawa beberapa dampak negatif yang disebabkan oleh penyalahgunaan jejaring sosial.

Dampak buruk dari jejaring sosial di dunia maya (internet) menurutnya ada beberapa hal. Antara lain, menyebabkan addicted (kecanduan), lupa waktu, bisa terperangkap dalam kejahatan internet, berkurangnya perhatian terhadap keluarga, tergantikannya kehidupan sosial, tersebarnya data penting yang tidak semestinya dipublikasikan, pornografi, pemanfaatan untuk kegiatan negatif, kurangnya sosialisasi dengan lingkungan,

“Dan yang pasti membuat prestasi pelajar semakin menurun. Pemanfaatan jejaring sosial ke arah yang negatif akan berdampak buruk bagi masyarakat. Maka, kita harus waspada agar tidak menjadi penyalahguna ataupun korban dari jejaring sosial. Diperlukan cara-cara yang tepat untuk menghindarinya,” imbuhnya.

Namun demikian, jejaring sosial jika dimanfaatkan secara positif akan berdampak positif. Dampak positif tersebut diantaranya bisa dimanfaatkan sebagai sarana diskusi dengan jangkauan yang luas, media untuk bertukar informasi, sebagai sarana hiburan, sebagai sarana berkomunikasi, mempererat pertemanan, menjalin silaturahmi yang sudah lama putus dengan teman lama atau kerabat lama,

“Juga bisa mendapat banyak informasi terbaru, mengisi waktu luang, menambah wawasan, dan tempat pembelajaran online,” pungkasnya. (pr/kt3)

Redaktur: Faisal

 

 

 


 





Baca Juga