Susur Sungai Berujung Petaka: Ratusan Siswa SMP N 1 Turi Terseret Banjir


Tim SAR melakukan penyisiran sepanjang sungai untuk mencari korban susur sungai. Foto: Ist

SLEMAN - Ratusan Siswa SMPN 1 Turi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang mengikuti kegiatan susur sungai di wilayah Outbound Valley, Dukuh Sempor, Donokerto, Turi, terseret arus sungai, Jumat (21/02/2020) siang.

Hingga berita ini diturunkan, enam siswa dinyatakan meninggal dunia dan 12 siswa lainnya hingga kini belum diketahui keberadaannya. Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Makwan, mengatakan ada sekitar 250 siswa yang ikut dalam kegiatan Pramuka SMPN 1 Turi tersebut.

Menurutnya, saat sejumlah siswa mulai turun ke sungai, hujan belum turun. Arus sungai juga masih normal. Namun pembina pramuka dan para siswa tidak menyadari jika ternyata di hulu sungai hujan. Adanya air deras dari hulu sekitar Pukul 15.00 WIB, tersebut membuat ratusan siswa itu terseret,

"Siswa yang dinyatakan hilang, masih dalam pencarian," katanya kepada wartawan.

Sementara itu, supervisor Pusdalops DIY, Mas'ud Rofiqi, mengatakan, hingga petang tadi, sudah ditemukan satu korban yang henti napas dan henti nadi,

"Saat ini sudah dievakuasi dan dalam perjalanan ke RS Bhayangkara," katanya.

Cornelius Belian Rafael (13), salah satu korban selamat dari insiden susur Sungai Sempor, Dukuh Donokerto, Turi, Sleman, menceritakan kejadian berujung maut tersebut. 

Awalnya hujan turun saat susur sungai baru dimulai. Setelah hujan reda, kegiatan kembali dilanjutkan.Namun beberapa saat kemudian, tiba-tiba aliran sungai deras seperti air terjun. Pembina Pramuka meminta para siswa untuk keluar dari sungai tapi beberapa anak tetap tidak mau menepi, sehingga mereka terbawa arus.

Salah satu korban selamat susur Sungai Sempor, Dukuh Donokerto, Turi, Sleman, Cornelius Belian Rafael (13) menceritakan kejadian berujung petaka tersebut,

"Awalnya hujan turun saat susur sungai baru dimulai. Setelah hujan reda, kegiatan kembali dilanjutkan. Namun beberapa saat kemudian, tiba-tiba aliran sungai deras seperti air terjun," kata Rafael.

Ia menjelaskan, pembina Pramuka meminta para siswa untuk keluar dari sungai tapi beberapa anak tetap tidak mau menepi, sehingga mereka terbawa arus. Siswa kelas 7a SMPN 1 Turi, Sleman ini mengaku sudah melaksanakan instruksi dan sudah mundur, tapi tetap terseret arus,

"Saya bisa menepi dan menolong teman saya, Denis," katanya  kepada wartawan Jumat (21/02/2020) malam di RS Purihusada Rejodani, Ngaglik, Sleman.

Sementara itu menurut Denis, satu teman siswinya dibawa ke RS Perihusada, tapi tidak tertolong nyawanya. Namun dia tidak mengetahui identitasnya,

"Yang jelas dia siswi kelas 7," ujarnya.

Beberapa orang tua dan kerabat siswa-siswi SMPN 1 Turi, Sleman banyak yang mendatangi RS Purihusada mencari informasi putra-putrinya.

Sementara tim SAR dan berbagai unsur potensi SAR dam relawan masih melakukan upaya pencarian korban hilang dengan menyusur sungai. Namun tim masih terkendala arus sungai yang deras karena sejak sore hari hujan sudah mengguyur sebagian besar wilayah Sleman. (kt1/nej)

Redaktur:Faisal


 





Baca Juga