Bapas Jogja Ikuti Uji Coba Aplikasi Monitoring Narapidana Asimilasi dan Integrasi


Bapas Jogja Ikuti Uji Coba Aplikasi Monitoring Narapidana Asimilasi dan Integrasi, Foto: bondan

Yogyakarta - Balai Pemasyarakatan(Bapas) Kelas I Yogyakarta mengikuti uji coba aplikasi terbaru milik divisi pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta yang diberi nama SIMONAS, bertempat di ruang sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan(TPP) Bapas Kelas I Yogyakarta, Jumat(20/11/2020).

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari Pembimbing Kemasyarakatan(PK), perwakilan kelompok masyarakat peduli pemasyarakatan(Pokmas) dan jajaran struktural Bapas Kelas I Yogyakarta.

Aplikasi ini berisi informasi tentang kegiatan yang akan diadakan oleh mitra kelompok kerja Bapas, di dalamnya juga terdapat informasi yang komprehensif untuk masing-masing klien dan pokmas, mulai dari masyarakat, PK, maupun pihak pokmas.

"Aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan bagi siapa saja, contohnya pokmas bisa memberikan target dan menilai sendiri perkembangan klien selama mengikuti kegiatan. Semuanya terintegrasi sehingga pelaporannya jadi lebih efektif,"Ujar Mubalegh instruktur uji coba Simonas.

Pihak pokmas juga memberikan tanggapan positif terkait uji coba Simonas. Hal ini diungkapkan pleh Hariyananta dari Majelis Hijrah Istiqomah Yogyakarta. "Alhamdulillah saya lihat aplikasi ini bisa memberikan kemudahan bagi pokmas untuk menata program dan sekaligus menilainya. Terlebih lagi sudah otomatis terhubung dengan Pembimbing Kemasyarakatan," ujarnya.

Dalam kegiatan ini seluruh peserta berkesempatan mengoperasikan aplikasi ini mulai dari awal hingga akhir. Rencananya aplikasi ini akan diujicobakan di beberapa kantor wilayah lain seperti Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta, Muhammad Ali Syeh Banna, mendukung penuh uji coba Simonas. "Sangat baik sekali, petugas di sini bisa lebih mudah mengawasi klien. Begitupun dengan pokmas, Harapannya aplikasi ini bisa memberikan kebermanfaatan bagi banyak orang," tutup Ali Syeh.(Bond)

Redaktur : Hennyra


 





Baca Juga