Usung Inovasi Kewirausahaan KPO, POS PAUD Matahari Juara Lomba Lembaga Inovatif Kabupaten Sleman 2021


Jajaran Pengelola dan pendidik POS PAUD Matahari Dusun Selobonggo, Bangunkerto, Turi Sleman bersama juri Lomba Lembaga Inovatif Kabupaten Sleman 2021. Foto: ist

SLEMAN – Dengan inovasi Kewirausahaan Kelompok Pemberdayaan Orang Tua ( KPO ) dalam mendukung kegiatan lembaga dan pembelajaran berbasis budaya, Pos PAUD Matahari Dusun Selobonggo, Bangunkerto, Turi Sleman, berhasil menjadi Juara Pertama Lomba Lembaga Inovatif Kategori Satuan Paud Sejenis (SPS) tahun 2021. Piala Penghargaan diserahkan oleh Kepala Dinas Kabupaten Sleman, Drs.Ery Widaryana,M.M didampingi jajaran pejabat PAUD DIKMAS, Kamis (25/02/2020) kemarin.

Sekretaris lembaga sekaligus pendidik POS PAUD Matahari, Tuti Rahayu mengatakan, menjadi juara dalam Lomba Lembaga Inovatif tingkat Kabupaten Sleman adalah pertama kalinya diraih Kecamatan Turi yang diwakili POS PAUD Matahari yang telah berhasil menyisihkan 16 Lembaga Paud SPS lain di Kabupaten Sleman.

“Akhirnya penantian panjang akan sebuah kejuaraan sudah membuahkan hasil, dan semoga akan ada banyak prestasi yang akan teraih kedepannya,” kata Tuti kepada jogjakartanews.com, Sabtu (27/02/2021).

Tuti menjelaskan, dalam lomba lembaga inovatif Kabupaten Sleman, Pos PAUD Matahari mengunggulkan inovasi Kewirausahaan KPO, karena masuk di wilayah Desa Bangunkerto yang pada tahun 2019 ditetapkan sebagai Desa Budaya dan pada tahun 2020 ditetapkan sebagai Desa Budaya Mandiri.

Menurutnya, Pemerintah Desa  Bangunkerto sangat mendukung keberadaan Pos Paud Matahari, sehingga bisa terus berkembang dan maju,

“Dukungan dari pemerintah desa sangat luar biasa terbukti dengan diijinkannya tanah kas Desa untuk digunakan sebagai tempat dibangunnya gedung Pos Paud Matahari,” ujarnya.

Dikatakan Tuti, Pos PAUD Matahari berdiri sejak 17 November 2011 dibawah naungan Yayasan Muslimat. Selaku kepala lembaga adalah Muslikah Erna Dewi. Pos PAUD Matahari sempat berpindah empat kali sampai akhirnya berhasil membangun gedung sekolah sendiri secara swadaya dengan masyarakat sekitar di atas tanah kas desa seluas 400 m2. Gedung sekolah  berhasil terbangun pada awal tahun ajaran 2018-2019 dan sudah dioperasikan pada awal tahun 2019. Luas gedung 8 x 7 m2, sehingga masih menyisakan lahan kosong yang masih luas.

Masih menurut Tuti, hampir semua peserta didik di Pos Paud Matahari adalah dari anak-anak warga sekitar yang sebagai besar berprofesi sebagai petani buah dan pekebun. Penghasilan yang rata-rata tidak begitu besar sehingga lembaga menerapkan pembayaran sekolah yang sangat terjangkau, bahkan sering memberikan kebijakan yang meringankan para orangtua peserta didik. Berangkat dari kondisi tersebut, maka dibentuklah KPO dengan memanfaatkan sisa lahan di lingkungan sekolah,

“Dukungan yang sangat baik ditunjukkan oleh Kelompok Pemberdayaan Orangtua (KPO) dengan sukarela menghibahkan hasil penjualan serumpun pohon salak atau pohon buah lain kepada lembaga untuk digunakan dalam menunjang pembelajaran di Pos Paud Matahari. KPO juga memanfaatkan sebagian lahan di sekitar lembaga untuk ditanami pohon pisang dan hasil penjualan hasil panen pisang di berikan kepada lembaga,” ujarnya.

Tuti mengisahkan, saat Pandemi melanda pada awal tahun 2020 menyebabkan keadaan berubah, lembaga mengalami masa-masa sulit. Penghasilan sebagian besar para orang tua peserta didik menurun secara drastis. Kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) ditetapkan oleh pemerintah. Salah satu upaya dari KPO dalam membantu kesulitan lembaga dengan memaksimalkan sisa lahan sekolah dengan menanam beraneka ragam sayuran, terdiri dari sayur kangkung,sawi,terong,tomat,kacang panjang,cabe dan dilengkapi dengan tanaman toga seperti jahe,sereh,lengkuas dan kunyit,

“Pengelolaan penanaman sayur dan toga ini murni dikelola oleh KPO. Dan kegiatan dari KPO ini yang menjadi salah satu inovasi yang diangkat lembaga dalam lomba lembaga inovatif kali ini, disamping inovasi lain yaitu pembelajaran berbasis budaya,” ujarnya.

Pembelajaran berbasis budaya di Pos PAUD Matahari mengadopsi budaya lokal masyarakat setempat. Maraknya kesenian daerah yang menjadi ciri khas masing-masing padukuhan sekitar seperti melekat kuat dalam diri para peserta didik. Letak Lembaga yang sangat strategis diantara 4 Padukuhan membawa ciri khas masing-masing,

“Ada kesenian Badwi, Kubro, Jathilan, dan lainnya. Antusias peserta didik dalam kesenian ini diberikan wadah yang tepat oleh lembaga dengan memberikan hari khusus dimana peserta didik bisa berkreasi dengan tarian-tarian tradisional tersebut. Hal lain yang dilakukan dalam mendukung pembelajaran berbasis budaya lain adalah dengan menerapkan penggunanaan bahasa daerah, pengenalan unggah-ungguh dalam pembelajaran harian juga  pengenalan budaya lain seperti tradisi dusun, upacara adat dan lain-lain,” terangnya.

Kepala lembaga, Musrifah Erna Dewi menambahkan, dukungan dari Pemerintah desa dan masyarakat sekitar yang luar biasa, serta administrasi lembaga yang baik membawa Kemenangan kepada Pos Paud Matahari dalam lomba Lembaga Inovatif Sleman 2021,

“Puji Syukur yang tak terhingga kepada Allah SWT atas segala anugerah yang luar biasa ini. Semoga Inovasi yang diusung membawa keimbasan baik untuk lembaga lain, Aamiin,” tutup Musrifah. (rd2)

Redaktur: Fefin Dwi Setyawati


 





Baca Juga