YOGYAKARTA – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta ( Ditjenpas DIY ), Muhammad Ali Syeh Banna, menegaskan pentingnya penguatan profesionalisme, integritas, dan inovasi dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan saat memberikan arahan kepada jajaran Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta, Selasa (14/7/2026).
Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Bapas Yogyakarta itu, Ali Syeh Banna mengapresiasi budaya kerja dan semangat berprestasi yang selama ini dibangun oleh seluruh pegawai Bapas Yogyakarta. Menurut dia, capaian tersebut perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui tata kelola organisasi yang semakin baik.
“Kualitas pelayanan kepada masyarakat harus terus ditingkatkan melalui tata kelola organisasi yang efektif, terukur, dan berkelanjutan,” kata Ali Syeh Banna.
Ia juga mengingatkan pentingnya pelaksanaan 15 Aksi Prioritas Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai pedoman dalam memperkuat layanan pemasyarakatan. Selain itu, pengembangan Griya Abhipraya Purbonegoro dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk mengoptimalkan fungsi pembimbingan kemasyarakatan.
Pada kesempatan tersebut, Ali Syeh Banna turut memperkenalkan filosofi HOKI, akronim dari Harapan, Optimisme, Keyakinan, dan Ilmu, sebagai nilai yang diharapkan menjadi pegangan bagi seluruh insan pemasyarakatan dalam menjalankan tugas.
“Filosofi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh insan pemasyarakatan untuk terus bekerja dengan dedikasi, menjaga integritas, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Melalui penguatan tersebut, jajaran Bapas Kelas I Yogyakarta diharapkan mampu terus meningkatkan kualitas kinerja, memperkuat pelayanan publik, serta mewujudkan tata kelola pemasyarakatan yang profesional, adaptif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.














