Budaya  

Metode CARANGAPAK Jadi Solusi Pembelajaran Aksara Jawa di Banjarnegara

Pelatihan membaca aksara Jawa dengan metode CARANGAPAK untuk guru-guru SMP di Banjarnegara.

JOGJAKARTANEWS.COM, BANJARNEGARA – Keterbatasan pembelajaran aksara Jawa di sekolah menjadi tantangan yang selama ini dihadapi para guru Bahasa Jawa di Kabupaten Banjarnegara. Materi aksara Jawa dinilai masih mendapat porsi yang minim sehingga pendalaman umumnya baru dilakukan menjelang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI).

Kondisi tersebut diharapkan mulai teratasi melalui Pelatihan Aksara Jawa Metode CARANGAPAK di Platform Digital yang diselenggarakan Yayasan Bina Aksara Mulya Yogyakarta bekerja sama dengan PLN Mobile pada 11–12 Juli 2026.

Ketua MGMP Bahasa Jawa SMP Kabupaten Banjarnegara, Risa Ferianti, mengatakan selama ini pembelajaran aksara Jawa di sekolah belum maksimal karena hanya menjadi bagian kecil dalam mata pelajaran Bahasa Jawa.

“Materi aksara Jawa di sekolah masih sangat terbatas. Pendalaman biasanya baru dilakukan ketika persiapan FTBI, khususnya lomba membaca dan menulis aksara Jawa. Di luar itu, pembelajaran yang lebih mendalam, termasuk penggunaan metode yang lebih modern, belum kami temukan di Banjarnegara,” ujar Risa, Sabtu (11/7/2026).

Menurutnya, metode CARANGAPAK memberikan pendekatan baru yang jauh lebih mudah dipahami dibandingkan sistem hafalan yang selama ini banyak digunakan.

“Baru kali ini kami mengikuti pelatihan membaca aksara Jawa dengan metode CARANGAPAK. Metode ini sangat membantu guru karena lebih mudah dipahami sehingga nantinya juga lebih mudah diajarkan kepada siswa. Harapan kami, pembelajaran aksara Jawa di sekolah menjadi lebih efektif dan menyenangkan,” katanya.

Pelatihan yang diikuti guru anggota MGMP Bahasa Jawa dan MGMP Seni Budaya se-Kabupaten Banjarnegara ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengajarkan aksara Jawa melalui pendekatan logika visual sekaligus mengenalkan pemanfaatan aksara Jawa pada berbagai platform digital.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Banjarnegara, Agung Prabowo, SH., M.Si, menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Bina Aksara Mulya dan PLN yang telah menghadirkan pelatihan tersebut.

“Kami menyambut gembira dan mengucapkan terima kasih kepada PLN serta Yayasan Bina Aksara Mulya yang telah memberikan kesempatan kepada guru-guru Bahasa Jawa di Banjarnegara untuk mengikuti pelatihan ini,” katanya.

Agung berharap metode CARANGAPAK dapat menjadi solusi praktis bagi guru dalam mengajarkan aksara Jawa sehingga siswa lebih mudah memahami dan mampu membaca aksara Jawa.

Sementara itu, Ketua Yayasan Bina Aksara Mulya Yogyakarta, Apri Dhian Purwantoro, menegaskan guru memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian aksara Jawa. Karena itu, yayasan terus memperkenalkan metode pembelajaran yang sederhana, mudah diterapkan, dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan saat ini.

“Kami berharap para guru membawa pengalaman pelatihan ini ke sekolah masing-masing sehingga semakin banyak siswa yang mampu membaca dan menulis aksara Jawa dengan cara yang lebih mudah dan menyenangkan,” ujarnya.

Pencetus Metode CARANGAPAK, Akhmad Fikri AF, menjelaskan metode tersebut dikembangkan untuk mengubah cara belajar aksara Jawa dari sistem hafalan menjadi pemahaman terhadap pola dan bentuk huruf.

“Metode ini menekankan logika visual sehingga peserta memahami karakter setiap aksara, bukan sekadar menghafalnya. Dengan pendekatan ini, proses belajar menjadi lebih cepat dan mudah diterapkan oleh guru maupun siswa,” jelasnya.

Selain mempelajari teknik membaca dan menulis aksara Jawa, para peserta juga dibekali penggunaan aksara Jawa pada perangkat dan platform digital. Langkah ini diharapkan mampu membuat aksara Jawa tetap relevan di era teknologi sekaligus lebih dekat dengan generasi muda.

Selama dua hari pelatihan, peserta mengikuti materi pengenalan huruf, teknik membaca dan menulis, praktik penerapan metode CARANGAPAK, hingga pemanfaatan aksara Jawa dalam berbagai aplikasi digital. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Yayasan Bina Aksara Mulya Yogyakarta bersama PLN Mobile dan Dindikpora Kabupaten Banjarnegara untuk memperkuat pelestarian aksara Jawa melalui dunia pendidikan.

@@@@@

58 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by rasalogi.com